Dehidrasi, JCH Rawan Alami Demensia dan Delirium
MAKKAH – Tim Psikiatri di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah mengantisipasi dua masalah kejiwaan yang rawan dialami jamaah calon haji.
Gangguan kejiwaan kerap kali muncul akibat kurangnya asupan cairan atau dehidrasi. Penanggung jawab Tim Psikiatri KKHI Makkah, Kapten Laut (K) Umbar Sarjono, Sp.KJ. mengatakan, dari evaluasi penyelenggaraan di tahun sebelumnya, dua masalah kejiwaan yang kerap kali dialami Jamaah Calon Haji (JCH) Indonesia adalah demensia dan delirium.
“Dua gangguan ini bisa diakibatkan karena berbagai hal, di antaranya karena perubahan situasi yang sangat cepat dan kurangnya asupan cairan,” jelas Kapten Laut Umbar.
Delirium merupakan gangguan mental serius, yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah. Dampaknya adalah berkurangnya kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Gangguan mental tersebut disebabkan perubahan yang cepat di dalam fungsi otak.
Perubahan terjadi bersamaan dengan penyakit mental atau fisik. Akibatnya, penderita delirium mengalami kesulitan dalam berpikir, mengingat, berkonsentrasi, atau tidur.
Sementara demensia adalah suatu kondisi di mana kemampuan otak seseorang mengalami kemunduran. Kondisi ini dapat ditandai dengan keadaan seseorang sering lupa akan sesuatu, keliru, adanya perubahan kepribadian, dan emosi yang naik-turun atau labil. “Mayoritas jamaah yang dirawat tahun lalu adalah lansia yang memang biasanya memiliki riwayat demensia,” katanya.
Tim dokter pskiatri KKHI Daker Makkah, Dr Herlina Pohan SpKJ, menambahkan, dehidrasi dan perubahan lingkungan yang sangat cepat, rentan membuat JCH mengalami gangguan kejiwaan termasuk stres dan halusinasi. “Kami sudah menyiapkan ruang perawatan dengan kapasitas 44 tempat tidur dan bisa ditambah dengan tempat tidur cadangan,” tandasnya.
Untuk Tim Psikiatri KKHI Makkah, didukung tiga dokter spesialis kejiwaan, dan sejumlah perawat jiwa dan tenaga pendukung. Ruang rawat yang disediakan dirancang secara khusus dengan pelindung besi di pintu dan jendela, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dilakukan oleh jamaah.
Ruang rawat jiwa di KKHI Makkah berada di lantai lima, yang sekaligus menjadi tempat tinggal bagi para personel tim psikiatri KKHI Makkah. Hal itu agar bisa setiap saat memantau perkembangan kejiwaan pasien. (Ant)