Banjir Pendaftar, SMPN 1 Maumere Tambah Ruang Kelas
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
MAUMERE – Membanjirnya siswa baru yang berminat mendaftar melalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi membuat Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Maumere menambah ruang kelas.
Penambahan ruang kelas dilakukan agar semua peserta didik yang mendaftar bisa diterima bersekolah di sekolah negeri ini. Tetapi tentunya disesuaikan dengan aturan yang berlaku mengenai jumlah siswa setiap kelasnya.
“Untuk menampung siswa baru kami siapkan 10 ruang kelas dari 8 ruang kelas yang disiapkan awalnya. Jadi kami ada penambahan 2 ruang kelas baru,” sebut kepala sekolah SMPN 1 Maumere, Vitalis P. Sukalumba, SPd, Kamis (4/7/2019).

Dikatakan Vitalis, berdasarkan Permendikbud Nomor 51 tahun 2018 diatur PPDB melalui tiga jalur penerimaan, yakni jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan tugas orang tua atau wali.
“Untuk jalur zonasi kuotanya 80 persen sementara jalur prestasi kuotanya 15 persen. Untuk perpindahan orang tua atau wali sebesar 5 persen. Sejauh ini tidak ada orang tua siswa yang protes,” sebutnya.
Untuk saat ini, jelas Vitalis, terdapat 270 siswa yang mendaftar. Targetnya maksimal 32 orang setiap kelas sesuai dengan aturan yang ditetapkan sehingga kuotanya masih mencukupi.
“Maksimal setiap kelas hanya boleh diisi maksimal 32 siswa saja. Sebab kalau lebih maka Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tidak sesuai dan tidak bisa diterima. Tapi kami optimis semuanya bisa tertampung,” ucapnya.
Untuk menyiasati membludaknya jumlah siswa, kata Vitalis, pihak sekolah terpaksa membagi jadi 2 sif. Masing-masing sif ada 5 ruang kelas dan para guru pun siap mengajar hingga sore hari.
“Kami membebaskan biaya pendaftaran karena biayanya ditanggung dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Paling-paling hanya sumbangan sukarela dari orang tua wali murid saja,” ucapnya.
SMPN 1 Maumere, jelas Vitalis, membawahi 11 sekolah dasar. Lulusan dari sekolah tersebut harus ditampung di sekolah ini. Tetapi terkadang ada siswa yang memilih mendaftar di sekolah swasta sehingga kuotanya masih cukup.
Lodovikus, salah seorang orang tua yang hendak mendaftarkan anaknya mengaku, memilih sekolah SMPN 1 Maumere karena anaknya bersekolah di SDN Iligetang.
“Saya sejak awal ingin menyekolahkan anak saya di sekolah ini apalagi jarak dari rumah ke sekolah juga tidak terlalu jauh. Sekolah ini juga fasilitasnya lumayan baik dan kualitasnya bagus,” terangnya.
Lodovikus pun mengaku tidak keberatan kalau harus menyumbang biaya untuk operasional sekolah. Menurutnya biaya tersebut bisa membantu membayar gaji guru honor komite yang minim.