Wanita Lebih Rentan Terkena Infeksi Saluran Kemih

Editor: Koko Triarko

Dosen FKUI RSCM dan Kepala Unit Bedah RS UI Depok, dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp.OG., MARS. –Foto: Ranny Supusepa

JAKARTA – Karena bentuk anatomi, perempuan memiliki potensi terkena Infeksi Saluran Kemih (ISK) lebih besar dibandingkan laki-laki. Tercatat, 50-60 persen penderita ISK adalah wanita, dan 25 persen kasus adalah pengulangan gejala pada pasien yang sama. 

Dosen FKUI RSCM dan Kepala Unit Bedah RS UI Depok, dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp.OG., MARS., menjelaskan, perpindahan kuman atau bakteri penyebab ISK lebih mudah terjadi pada wanita dibandingkan pria.

“Secara anatomi, perempuan lebih berisiko. Karena, jarak antara area uretra lebih dekat ke daerah anus. Sehingga, proses perpindahan bakteri atau kuman lebih mudah terjadi pada perempuan,” kata dr. Cepi, saat acara Edukasi Media Aktif dan Percaya Diri dengan Memelihara Saluran Kemih yang diselenggarakan oleh Prive Uni-Cran di Bekasi, Minggu (30/6/2019).

Selain itu, dr. Cepi menambahkan, wanita pun lebih gampang terekspose bakteri melalui fasilitas dan kebiasaan membersihkan area kemaluan.

“Kalau wanita mau BAK, kan harus ke toilet. Artinya, ada pengaruh dari dudukannya yang kotor dan air yang dipergunakan untuk membilas juga ada risiko kotor. Apalagi, banyaknya sekarang toiletnya model duduk. Ini yang membuat risiko pada wanita lebih tinggi,” urainya.

Belum lagi ditambah banyaknya wanita yang belum mengerti cara membersihkan area kewanitaannya dengan benar.

“Saat membasuh area kewanitaan, yang perlu diingat, arahnya harus dari depan ke belakang. Jangan dari belakang ke depan. Kalau dari belakang, ada risiko E. Colii akan terbawa ke area depan,” paparnya.

Karena fasilitas urinoir yang kotor, akhirnya membuat wanita cenderung untuk menahan BAK, hingga menemukan tempat yang lebih bersih.

“Biasanya kalau kotor, wanita itu pasti cenderung untuk menahan. Beda dengan laki-laki, yang bisa di mana saja,” ujar dr. Cepi, lebih lanjut.

Ditambah lagi, wanita cenderung untuk menahan BAK jika sedang melakukan kegiatan tertentu.

“Termasuk saat hendak melakukan hubungan intim. Karena belum merasa ingin BAK, wanita biasanya langsung berhubungan. Padahal,  kegiatan hubungan intim itu mampu merangsang kegiatan BAK,” kata dr. Cepi.

Untuk menghindari ini, dr. Cepi meminta para wanita untuk lebih teliti dalam membersihkan area kewanitaannya dan fasilitas urinoir.

“Kalau sebelum berhubungan intim, sebaiknya pipis saja dulu. Lalu, jangan lupa membawa tisue khusus untuk membersihkan dudukan toilet dan tangan. Serta, selalu patuh dengan cara membersihkan area kewanitaan,” pungkasnya.

Lihat juga...