Pemudik yang Balik Melalui Bakauheni baru 50 Persen
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Puncak arus balik Idul Fitri 1440 Hijriah di Pelabuhan Bakauheni terjadi Minggu (9/6/2019). Data jumlah pemudik yang sudah kembali ke Jawa mencapai lebih dari 50 persen.
Puncak arus balik, terjadi pada hari terakhir libur pegawai. Djunia Satriawan, Direktur Keuangan dan IT PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyebut, pergerakan pemudik arus balik terjadi karena pekerja sudah masuk pada Senin (10/6/2019). Selebihnya, pemudik yang belum kembali akan pulang secara bergelombang. Mereka pada utamanya adalah kalangan pelajar dan mahasiswa.
Sesuai data posko angkutan lebaran 2019, puncak arus mudik di Merak terjadi tiga hari sebelum lebaran dengan jumlah penumpang 20.344 pejalan kaki. Sementara puncak penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan, yang berjumlah 156.418 terjadi pada hari keempat sebelum lebaran.

Puncak arus mudik kendaraan roda dua terjadi pada hari kelima sebelum lebaran. “Membandingkan jumlah pemudik menyeberang dari Merak ke Bakauheni saat arus mudik, puncak arus balik dari Sumatera ke Jawa terjadi pada Minggu (9/6/2019) untuk semua jenis penumpang,”terang Djunia Kurniawan, Senin (10/6/2019).
Djunia menyebut, pergerakan arus balik lebaran masih terus terjadi dari sejumlah kota di Sumatera. Pada Senin (10/6/2019) pagi hingga sore, ribuan kendaraan masih memadati Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim).
Kepadatan di arus balik merupakan ekses dari penyempurnaan sistem tiket elektronik. Pembelian tiket secara nontunai telah berlaku sejak 15 Agustus 2018. Penerapan diferensiasi harga tiket untuk kendaraan roda dua dan roda empat, pada arus balik kali ini, mendorong masyarakat berangkat pada siang hari. Terpantau, pengendara memilih menyeberang ke Jawa pada siang hari.
Diferensiasi harga lebih murah 10 persen pada siang hari, dan 10 persen lebih mahal pada malam hari, mendorong pengendara berangkat siang hari. Masyarakat yang belum kembali ke Jawa, diimbau, agar mengisi saldo cukup uang elektronik yang dimiliki. Pengisian saldo untuk mengantisipasi antrian di pintu masuk pembelian tiket.
Sosialisasi mengenai hal tersebut, telah dilakukan kepada masyarakat melalui media sosial dan media maenstream. Pengisian saldo uang elektronik bisa membantu lancarnya proses transaksi di loket pembelian tiket.