Pemilah Sampah di Lamsel “Panen” Selama Arus Mudik
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Volume sampah kapal roll on roll off (Roro) di pelabuhan Bakauheni, Lampung meningkat dibanding kondisi normal. Sampah yang dibuang oleh pemudik di antaranya berada di area kantin, parkir kendaraan, di dalam kapal.
Sobri, salah satu pemilah sampah di area pelabuhan Bakauheni menyebutkan, pada kondisi normal, ia bisa mengumpulkan sampah satu kodi ukuran besar. Sejak H-7 lebaran hingga H-1 lebaran jenis sampah plastik, kardus yang dikumpulkan menjadi tiga hingga empat karung.
“Sampah botol plastik paling dominan terkumpul pada sejumlah kotak sampah namun sebagian merupakan kertas karton kemasan makanan ringan serta jenis sampah lain yang sulit terurai,” terang Sobri saat ditemui Cendana News, Selasa (4/6/2019).
Peningkatan volume sampah tersebut menurut Sobri menjadi berkah bagi pemilah di pelabuhan. Total ada sekitar lebih dari 20 orang yang terkoordinir. Pemilah merupakan bagian dari petugas yang mengangkut sampah dari dalam kapal dan area pelabuhan.
“Saya bisa cepat memperoleh sampah jenis kemasan air minum yang masih baru dan bisa dijual kepada pengepul,”terangnya.
Saat ini per kilogram botol plastik diakui Sobri dijual dengan harga Rp4.000 dan kertas karton dijual seharga Rp1.000. Sampah plastik dan kertas karton akan dijual saat jumlah sampah terkumpul mencapai 1 ton.

Selain memberi penghasilan bagi Sobri, pencari sampah lain bernama Usman mengaku mengalami kenaikan pendapatan.
“Volume sampah yang meningkat jadi sumber penghasilan bagi pemilah sampah karena semakin banyak yang bisa dijual,” terang Usman.
Sejumlah wanita pencari sampah di lokasi pembuangan akhir juga memanfaatkan meningkatnya volume sampah. Sejumlah wanita di lokasi tempat pembuangan akhir Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang bahkan mendapatkan hasil lebih banyak saat arus mudik.
Kadek Nurman, salah satu pencari sampah mengaku ia mendapatkan hasil lebih banyak saat arus mudik. Penambahan volume sampah dari kapal, area pelabuhan, jalan raya membuat ia bisa mengumpulkan sampah bernilai jual.
Peningkatan volume sampah selama arus mudik bahkan membuat sejumlah pemilah sampah bertambah. Peluang mencari sampah untuk memperoleh penghasilan menjadi mata pencaharian sejumlah warga di dekat lokasi pembuangan akhir.