Menahan ‘Pipis’ Bisa Berakibat Infeksi
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Banyak orang yang biasa menganggap enteng perilaku menahan pipis atau yang biasa disebut anyang-anyangan. Padahal, perilaku dan kondisi ini mengarah pada suatu infeksi pada daerah saluran kemih atau biasa disingkat ISK (Infeksi Saluran Kemih).
Dosen FKUI RSCM dan Kepala Unit Bedah RS UI Depok, dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp.OG, MARS, menjelaskan, bahwa yang masuk dalam saluran kemih ini adalah ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra.
“Jadi infeksi yang terjadi pada empat organ ini, akan disebut Infeksi Saluran Kemih (ISK). Walaupun, umumnya ISK terjadi di kandung kemih dan uretra,” kata dr. Cepi, saat Edukasi Media Aktif dan Percaya Diri dengan Memelihara Saluran Kemih yang diselenggarakan oleh Prive Uni-cran, di Bekasi, Minggu (30/6/2019).
Lebih lanjut, dr. Cepi menyebutkan, infeksi yang terjadi ini melibatkan koloni kuman di saluran kemih yang bisa menyebar dengan sistem hematogen dan ascending.
“Jadi gak cuma satu jenis kuman atau bakteri. Tapi, sudah banyak. Akhirnya menjadi sakit. Dan, ISK ini bisa dibagi dua, yaitu ISK atas yang terjadi di ginjal dan ureter dengan ISK bawah yang terjadi di kandung kemih dan uretra,” urai dr. Cepi.

Ia menjelaskan, gejala ISK atas adalah demam tinggi, menggigil, hilang nafsu makan, mual, muntah dan nyeri pada pinggang.
“Kalau ISK bawah gejalanya nyeri saat BAK (dysuria) yang disertai rasa panas di urethra, BAK lebih sering di malam hari dengan jumlah urine sedikit, tidak dapat menahan rasa BAK, BAK tidak tuntas, nyeri pada perut bagian bawah (suprapubik), demam ringan dan malaise,” urai dr. Cepi.
Menurutnya, penyebab utama ISK adalah adanya bakteri atau kuman di dalam saluran kemih. Mayoritas penyebab ISK adalah bakteri E. Colii.
“E. Colii merupakan bakteri yang paling banyak terjadinya ISK. Tercatat dari seluruh kasus, adalah 70 persen. Bakteri lainnya, seperti Clepsiela yang biasa ditemukan di vagina maupun Pseudomonas,” ucap dr. Cepi.
Masuknya bakteri atau kuman ini, menurut dr. Cepi bisa melalui beberapa akses. Misalnya, hubungan seksual, peralatan berkemih dan tangan yang tidak bersih, pemasangan kateter yang lebih dari 24 jam dan paparan bahan kimia.
“Tapi selain itu, ISK juga bisa disebabkan karena kurang minum, batu ginjal, kehamilan, menopause dan penderita diabetes melitus,” ujarnya.
Dokter Cepi meminta untuk segera ke ahli medis atau institusi kesehatan, jika sudah mengalami anyang-anyangan lebih dari 24 jam.
“Jadi kita biarkan dulu, daya tahan tubuh untuk melawan bakteri atau kuman yang ada. Tapi kalau sudah lebih dari 24 jam, sebaiknya langsung ke dokter. Lebih baik lagi, jika sebelumnya sudah melakukan tes urine, untuk memastikan berapa banyak kandungan kuman yang ada di urine,” kata dr. Cepi tegas.
Untuk menghindari ISK, dr. Cepi meminta agar meminum air putih 1,5-3 liter per hari, menjaga higienitas, menghindari menahan BAK, membersihkan area kewanitaan dengan benar, melakukan pemeriksaan urine secara rutin dan menggunakan pakaian dalam yang menyerap keringat.