Kemarau, Warga Karanglewas Butuh Bantuan Air Bersih
Editor: Mahadeva
BANYUMAS – Memasuki musim kemarau, banyak warga di Banyumas mulai mengalami kesulitan air bersih. Seperti yang dialami warga Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas.
Beruntung, permintaan warga untuk mendapatkan air bersih langsung direspon jajaran Polres Banyumas, dengan mengirim satu tangki water canon. Kasat Sabhara Polres Banyumas, AKP Supriyanto, mengatakan, total ada 7.000 liter air bersih yang dibawa anggota.
Air bersih tersebut untuk membantu warga di RT 06 RW 06, Desa Kediri. Letak desa yang terpencil, sempat membuat proses pengiriman air mengalami kesulitan menemukan lokasi. “Daya tampung water canon 7.000 liter dan kita isi full untuk warga yang membutuhkan,” kata AKP Supriyanto, Jumat (21/6/2019).
Camat Karanglewas Mahmudi, yang melihat langsung pemberian bantuan mengatakan, sebagian warga Karanglewas sudah mulai kekurangan air bersih sejak dua minggu lalu. Sumur warga sudah mulai mengering. Sumur hanya mengeluarkan air pada malam hari dan itupun jumlahnya tidak banyak.

“Jadi persediaan air yang keluar malam hari, diambil untuk keperluan pagi hari saja tidak mencukupi. Karena itu, kita terima kasih sekali kepada Bapak Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, yang mau membantu warga,” tuturnya.
Kades Kediri, Kusto, mengatakan, di RT 06, RW 06 ada 64 Kepala Keluarga (KK) yang mengalami kesulitan air bersih. Warga telah mendapatkan kiriman air bersih dua kali. Yang pertama dari Badan Penanggulangan Bencara Daerah (BPBD) Banyumas dan yang kedua dari Polres Banyumas.
“Droping air dari BPBD minggu kemarin dan karena warga yang mengalami kesulitan cukup banyak, tiga hari lalu saya mencoba melayangkan surat permohonan bantuan kepada Kaporles Banyumas dan ternyata langsung direspon dengan cepat,” jelasnya.
Selama ini, warga mencukupi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari dari Sungai Logawa yang melintas di desa tersebut. Setiap pagi dan sore, warga melakukan aktivitas mandi dan mencuci di sungai tersebut. Kusto berharap, ada pihak yang mau membantu membuatkan sumur bor di Desa Kediri. Melihat tekstur tanah, kemungkinan jika dibuat sumur bor masih bisa mengeluarkan air.
Salah satu warga, Suryati mengatakan, sudah dua kali ini mendapat bantuan air bersih. Kebutuhan air bersih sangat mendesak, terutama untuk keperluan masak dan air minum. “Kalau untuk mandi dan mencuci kita biasa di sungai, air sumur yang tersisa dipergunakan untuk memasak dan untuk air minum,” kata Suryati.