Jelang Lebaran, Penjual Ketupat di Balikpapan Mengeluh Sepi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BALIKPAPAN – Perayaan Idul Fitri di Indonesia selalu identik dengan ketupat. Nasi yang dimasak dalam bungkus daun kelapa atau janur, merupakan kuliner wajib saat berkumpul bersama keluarga atau pun kerabat.

Biasanya, ketupat dinikmati bersama sayur lodeh, ataupun opor ayam. Akan tetapi tidak semua orang Indonesia bisa membuat kulit ketupat. Namun tak perlu khawatir, karena kulit ketupat banyak dijual di pasar-pasar tradisional beberapa hari menjelang lebaran.

Tradisi menyantap ketupat membuka peluang usaha bagi sejumlah masyarakat di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Para ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan membuat kulit ketupat, memanfaatkan momen ini untuk menangguk rezeki.

Ketupat yang dijual per ikat berisi 10 biji – Foto: Ferry Cahyanti

Seperti yang dilakukan Wa Ode (23), warga Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara. Ia menjual keahliannya menganyam daun kelapa menjadi kulit ketupat.

Hasilnya cukup lumayan. Setiap satu kulit ketupat bisa dijual seribu rupiah. “Saya jual per ikat berisi 10 biji,” kata Wa Ode yang menggelar dagangan di Pasar Buton, Kelurahan Batu Ampar.

Wa Ode mengaku sudah hampir sepekan menjual kulit ketupat, baik dititipkan kepada pedagang pasar, maupun langsung ke masyarakat.

Ia bilang, harga jual ke pedagang lebih murah dibandingkan menjual langsung ke pembeli. “Untuk ke pedagang dijual delapan ribu per ikat isi 10. Terserah mereka mau menjual berapa,” imbuhnya. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Wa Ode mengaku cukup sulit menjual kulit ketupat pada tahun ini.

“Bapak bisa lihat dagangan saya masih banyak, padahal ini sudah mau lebaran,” ujarnya. Dalam sehari, ia mengaku hanya bisa menjual belasan ikat ketupat.

Keberadaan penjual kulit ketupat cukup membantu masyarakat yang ingin merayakan lebaran. Hal ini diakui salah satu pembeli, Fitri (36) yang membeli dua ikat kulit ketupat.

“Sudah menjadi tradisi keluarga kami menyantap ketupat saat lebaran. Tahun ini saya menyajikan ketupat dengan sambal goreng ati dan opor ayam,” kata dia.

Fitri mengakui tak ada keluarganya yang bisa membuat kulit ketupat. Karena itu ia membeli. “Praktis. Di rumah tinggal isi beras, lalu dimasak,” imbuhnya.

Sementara itu, suasana pasar tradisional pada hari ini (4/6) sangat ramai dikunjungi pembeli. Mereka memburu kebutuhan bahan makanan untuk lebaran seperti daging ayam, daging segar dan sayuran pendukung lainnya.

Lihat juga...