Jelang Lebaran, Kru Kereta Api Mendadak Jalani Tes Urine

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Seluruh kru Kereta Api (KA) yang berhenti di Stasiun Purwokerto mendadak di tes urine pada Selasa (4/6/2019). Hingga siang hari sudah ada puluhan kru KA yang di tes urine, mulai dari masinis, asisten masinis, kondektur, tenaga teknisi KA hingga Polsuska.

Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto, mengatakan, tes urine kali ini Daop 5 bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas.

Seluruh kru KA yang turun maupun yang hendak berangkat, diwajibkan untuk mengikuti tes urine terlebih dahulu. Pelaksanaan tes urine di ruang crew Stasiun Purwokerto.

Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto. Foto: Hermiana E. Effendi

“Jadi seluruh kru KA yang diperiksa, tidak hanya kru Daop 5, tetapi seluruh kru KA yang singgah di Stasiun Purwokerto,” terangnya.

Tes urine melibatkan 7 personel BNNK Banyumas dan dibantu dengan 4 personel kesehatan dari Daop 5 Purwokerto.

Tes urine dilakukan dengan menggunakan alat tes urine parameter untuk mendeteksi adanya penggunaan amphetamine, metamphetamine, morphine, mariyuana, cocaine dan benzodiazepine.

Supriyanto menjelaskan, tes urine ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas atau kru KA dalam kondisi sehat dan tidak dalam pengaruh obat-obatan, sehingga perjalanan KA yang sedang dipadati para pemudik ini, dipastikan aman dan nyaman.

Sebenarnya, lanjut Supriyanto, setiap kali hendak melaksanakan tugas, masinis selalu menjalani tes kesehatan umum, yang meliputi pemeriksaan jantung, pemeriksaan mata serta tes bebas alkohol. Pemeriksaan kesehatan tersebut, dilakukan pada setiap stasiun, saat akan memberangkatkan KA.

Hanya saja untuk momen hari besar atau angkutan besar, seperti angkutan Lebaran atau pun angkutan Natal dan Tahun baru, pemeriksaan kesehatan dilengkapi dengan tes urine.

“Kalau hari besar seperti sekarang ini, penumpang yang dibawa hampir selalu full kapasitas tempat duduk KA, sehingga dengan adanya tes urine, diharapkan seluruh perjalanan KA bisa berjalan dengan baik, tanpa ada gangguan personal,” kata Supriyanto.

Sementara itu, arus mudik yang menggunakan KA masih terus mengalami peningkatan. Awalnya, Daop memprediksi puncak arus mudik KA pada hari Kamis (30/5/2019), namun ternyata sampai dengan Senin (3/6/2019) malam, kedatangan penumpang masih tinggi.

Bahkan sampai angka tertinggi yaitu sebanyak 24.000 lebih penumpang. Kemungkinan, arus mudik ini akan terus mengalami peningkatan hingga hari kedua Lebaran.

 

Lihat juga...