ISK Bisa Sebabkan Urosepsis dan Mengancam Jiwa
Editor: Koko Triarko
JAKARTA – Saat infeksi saluran kemih sudah menyebar, bukan hanya bagian uretra saja yang terkena. Tapi, bagian lain dari tubuh juga berpotensi terkena infeksi. Saat ginjal terkena infeksi, maka inilah yang dikenal dengan nama Urosepsis.
Dosen FKUI RSCM dan Kepala Unit Bedah RS UI Depok, dr. Cepi Teguh Pramayadi, Sp.OG., MARS., menyebutkan, sepsis merupakan suatu kondisi demam yang berlangsung secara sistemik.
“Jadi, istilah sepsis ini bisa berlaku untuk organ tubuh mana saja. Kalau Urosepsis, artinya sepsis pada organ-organ uro. Ya, seperti uretra dan ureter,” kata dr. Cepi, Minggu (30/6/2019).
Urosepsis dinyatakan sebagai komplikasi serius dari ISK. Sebanyak 25 persen penderita urosepsis berawal dari ISK. “Kondisi ini membutuhkan bantuan medis yang sesegera mungkin, dan harus dilakukan observasi yang ketat,” ujar dr. Cepi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, bahwa perkembangan urosepsis menjadi suatu ancaman jiwa, sangat cepat. Walaupun dengan obat dan perawatan yang tepat.
“Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan organ multisistem. Secara lebih jauh, bisa dibilang bisa menyebabkan kematian,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, bahwa gejala urosepsis cenderung mirip dengan ISK.
“Biasanya pasien akan sering BAK dengan disertai rasa gatal dan panas. Walaupun sudah BAK, tapi tetap merasa kandung kemihnya penuh. Urine mengandung darah dan berwarna tidak cerah,” urainya.
Gejala ini, lanjutnya, biasa disertai dengan perasaan tidak enak badan (malaise), merasa ada tekanan di punggung bawah atau perut bawah serta merasa nyeri saat berhubungan dengan pasangan.
Selain itu, akan ada gejala lain seperti nyeri di sisi bawah punggung, mual, merasa lelah yang sangat, sulit bernafas, kebingungan dan merasa cemas berlebihan.
“Demam tinggi yang disertai timbulnya keringat dalam jumlah banyak juga merupakan gejala urosepsis. Dan, terkadang ditemui juga detak jantung yang cepat atau palpitasi,” tambahnya.
Biasanya, tim medis akan memberikan antibiotik untuk menghilangkan bakteri yang menyebabkan ISK. Dan, jika kondisinya parah atau syok septik, biasanya juga akan ditambahkan dengan infus dan oksigen.
“Dalam beberapa kasus, perawatan urosepsis akan membutuhkan pembedahan untuk menghilangkan sumber infeksi secara tuntas. Dan, mungkin juga akan diberi vasopressor,” kata dr. Cepi, lebih lanjut.
Menekankan bahaya urosepsis ini, dr. Cepi menegaskan agar sesegera mungkin untuk membawa pasien dengan gejala-gejala tersebut ke petugas medis. “Muncul gejala tersebut, artinya Anda membutuhkan perawatan medis intensif,” tegasnya.