Dirut ASDP: Arus Balik Pemudik asal Sumatera Bergelombang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Arus balik angkutan lebaran 1440 H/2019, diwarnai kemacetan di titik Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) dan Jalan Lintas Timur Sumatera (Jalintim).

Kemacetan arus kendaraan pada Sabtu malam (8/6) baru bisa terurai hingga Minggu dini hari (9/6) dengan mulai lancarnya semua jalur. Antrian kendaraan terjadi di semua jalan menuju Bakauheni saat akan membeli tiket.

Arus balik pemudik asal Sumatera yang akan kembali ke pulau Jawa dipastikan bergelombang. Hal tersebut diungkapkan oleh Ira Puspadewi, direktur utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Tren pergerakan pemudik asal Sumatera secara bertahap terlihat dari data penumpang yang turun dari Merak pada arus mudik. Pergerakan pemudik melalui pelabuhan Bakauheni terkait dengan masa liburan pekerja sektor swasta, PNS dan anak sekolah.

Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) – Foto: Henk Widi

Sesuai data penumpang asal Merak yang turun ke Bakauheni tercatat 902.678 penumpang dari H-7 lebaran hingga hari lebaran.

Sementara penumpang asal Sumatera yang sudah kembali ke Jawa berjumlah 228.975 atau baru 25 %.

Dari data tersebut terlihat masih ada sebanyak 673.703 atau sebanyak 75 % pemudik belum kembali. Jumlah pemudik yang belum kembali meliputi penumpang pejalan kaki misalnya.

“Pola arus balik tahun ini berbeda karena penerapan sistem tiket elektronik untuk pembayaran nontunai di loket pembelian tiket kendaraan serta loket penjualan tiket pejalan kaki,” terang Ira Puspadewi saat ditemui Cendana News, Minggu (9/6/2019).

Ia menyebut sistem penerapan uang elektronik di pelabuhan Bakauheni masih terus akan disempurnakan. Sebagai bentuk peningkatan sistem digitalasi tiket pembacaan data penumpang juga dilakukan dengan E KTP.

Sistem terintegrasi untuk pendataan manifest penumpang memakai barcode diakuinya bekerjasama dengan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil. Penyempurnaan penggunaan kartu elektronik menjadi salah satu sebab terjadinya antrian.

Antrian yang terjadi pada loket pembelian tiket kendaraan terutama roda dua sebagian belum memiliki kartu elektronik. Sosialisasi diakuinya sudah dilakukan kepada masyarakat agar bisa menyiapkan KTP elektronik, uang elektronik dengan saldo yang cukup.

Penyiapan saldo yang cukup dilakukan untuk menghindari antrian di loket pembelian tiket kendaraan dan penumpang.

“Kerjasama dengan sejumlah bank dan merchant bisa dimanfaatkan masyarakat, namun masih ada yang membeli kartu baru dan isi ulang di depan pelabuhan Bakauheni,” ungkap Ira Puspadewi.

Kedatangan arus balik yang akan bergelombang terlihat juga pada kendaraan roda dua dan roda empat. Menyesuaikan data pemudik menyeberang dari Merak ke Bakauheni, tercatat 83.285 unit.

Sebaliknya jumlah pemudik roda dua yang sudah kembali baru sekitar 20.758 unit atau 25 %. Dari jumlah tersebut tercatat 62.527 unit atau 75 % kendaraan roda dua belum kembali ke Jawa.

Meski terjadi antrian di pelabuhan Bakauheni, jumlah kendaraan roda empat yang kembali baru mencapai 28.198 unit atau 26 persen.

Sementara kendaraan roda empat belum kembali tercatat 82.218 unit. Jumlah tersebut sesuai dengan kendaraan roda empat sebanyak 110.416 unit turun dari Merak pada arus mudik.

Sempat mengalami antrian di titik jalan tol, Jalinsum dan Jalintim pelayanan di pelabuhan Bakauheni sudah diantisipasi dengan berbagai langkah.

Peningkatan minat masyarakat akan dermaga eksekutif juga terlihat pada angkutan lebaran tahun ini. Pada angkutan lebaran 2018 tercatat sebanyak 8.000 kendaraan yang masuk ke dermaga eksekutif. Tahun ini peningkatan terjadi menjadi sekitar 13.000 kendaraan.

Arus kedatangan pemudik dari sejumlah kota di Sumatera diantisipasi oleh PT. ASDP Indonesia Ferry dengan menyediakan loket pembelian tiket yang cukup.

Pada angkutan mudik 1440 H/2019 disiapkan sebanyak 19 loket kendaraan roda empat, 17 loket penumpang pejalan kaki dan 15 loket kendaraan roda dua. Sebagian pemudik yang terpaksa sudah tiba di loket bahkan masih dilayani dengan pembayaran tunai.

Iwan Syahrial, Kepala KSOP Kelas V Bakauheni – Foto: Henk Widi

Terkait meningkatnya arus balik terutama penumpang pejalan kaki, KSOP Kelas V Bakauheni melakukan pengawasan manifest penumpang.

Iwan Syahrial, kepala KSOP Kelas V Bakauheni menyebut di dermaga reguler 1, 2 dan 3 proses penghitungan manual dilakukan oleh petugas dengan menyesuaikan kapasitas kapal. Ia memastikan tidak akan memberi toleransi muatan kapal.

“Faktor keselamatan tetap diutamakan karena penumpang juga menyesuaikan alat keselamatan dalam kapal,” ujar Iwan Syahrial.

Sejumlah petugas KSOP ditempatkan di gangway penumpang pejalan kaki. Ia menyebut telah menyiapkan petugas untuk membatasi penumpang yang naik kapal.

Saat kapasitas sebuah kapal telah mendekati jumlah yang ditentukan, penumpang yang sudah membeli tiket diarahkan ke kapal selanjutnya.

Lihat juga...