ASDP Menjamin, Uang Elektronik Mempercepat Pembelian Tiket

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Pembelian tiket penumpang pejalan kaki, kendaraan di pelabuhan Bakauheni sempat terkendala lamanya transaksi. Penumpang pejalan kaki, maupun pengguna kendaraan harus mengantre untuk mendapatkan tiket.

Sistem penjualan tiket menggunakan uang elektronik diklaim, mempercepat transaksi pembelian tiket. Hasan Lessy, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebut, pihaknya terus meningkatkan pelayanan.

Sebelum masa angkutan mudik, sistem pembayaran non tunai sudah diterapkan. Uang elektronik untuk mengurangi penggunaan uang tunai. Sementara, penggunan KTP elektronik, menjadi cara pencatatan manifest penumpang. Sebab data yang terbaca pada sistem penjualan tiket elektronik akan merekam manifest penumpang.

“Sebelumnya pembelian tiket dengan uang tunai berimbas pada lamanya antrean karena pelayanan dan pencatatan manifest secara manual. Kini sudah lebih baik, hanya meningkatkan akselerasi waktu transaksi,” terang Hasan Lessy, Minggu (2/6/2019).

Pemudik dianjurkan membawa KTP elektronik. Kartu identitas tersebut, akan mudah terbaca oleh sistem sehingga memudahkan dan mempercepat proses transaksi. Pemudik juga dianjurkan mengisi saldo uang elektronik yang cukup. “Pada arus mudik lebaran transaksi nontunai sekaligus menghindari peredaran uang palsu,” terang Hasan Lessy.

Hasan Lessy menyebut, memasuki H-3 lebaran, jumlah pemudik masih terus meningkat. Meski demikian angkutan lebaran terpantau ramai lancar. Data harian menyebut, Pelabuhan Bakauheni hingga Minggu (2/6/2019) telah menyeberangkan 55.051 orang penumpang. Jumlah tersebut meliputi 3.242 penumpang pejalan kaki,51.809 penumpang dalam kendaraan, 805 unit kendaraan roda dua dan 8.938 unit kendaraaan campuran.

Sebaliknya dari pelabuhan Merak yang turun di Bakauheni berjumlah 156.418 orang. Jumlah tersebut meliputi penumpang dalam kendaraan sebanyak 136.130 orang, sebanyak 20.288 penumpang pejalan kaki. Kendaraan roda dua sebanyak 13.979 unit, 8.174 kendaraan campuran meliputi bus, kendaraan pribadi dan truk.

Lihat juga...