Pemprov Bali Optimis RS Mata Mandara Raih Hasil Paripurna

Editor: Koko Triarko

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. -Foto: Sultan Anshori

DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, optimis Rumah Sakit (RS) Mata Bali Mandara meraih hasil paripurna dalam Survei Akreditasi Versi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).

Menurut mantan Kalak BPBD Provinsi Bali itu, RS Mata Bali Mandara ini dirancang untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berstandar internasional, dengan infrastruktur dan sarana yang baik serta tenaga yang profesional.

Dewa Indra juga mengatakan, RS Mata Bali Mandara yang sebelumnya bernama RS Indera, saat ini merupakan rumah sakit kebanggaan Provinsi Bali, dengan komitmen penuh untuk mengurangi angka kebutaan secara umum di Pulau Dewata.

“RS Mata ini didedikasikan untuk membantu masyarakat Bali, untuk secara signifikan menurunkan angka kebutaan sampai pada tingkat terendah,” tegas Dewa Indra, dalam prosesi penerimaan tim Survey Akreditasi di RS Mata Bali Mandara, Denpasar, Rabu (22/5/2019).

Dewa Indra menambahkan, berdasarkan data hasil survei kepuasan masyarakat, juga menunjukkan angka yang sangat tinggi.

“Lebih dari 85 persen pasien menunjukkan kepuasan terhadap pelayanan RS Mata Bali Mandara, termasuk saya yang sempat melakukan operasi lasik di sini,” akunya.

Namun, sambungnya, tidak cukup hanya mengedepankan pelayanan prima. RS Mata Bali Mandara juga didesain agar mampu menjawab tantangan pada akuntabilitas dan integritasnya.

“Dalam beberapa tahun terakhir, kami sudah menetapkan RS Mata ini dalam zona integritas, dan untuk ke depan diarahkan sebagai Wilayah Bebas Korupsi (WBK), bisa jadi yang terdepan dalam semua aspek. Terima kasih untuk direksi serta segenap staf yang sudah bekerja keras membangun reputasi RS Mata Bali Mandara menjadi lebih baik dan lebih sempurna lagi,” tandas Dewa Indra.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Ketut Suarjaya mengatakan, dalam survei yang dilakukan tim independen, tim surveyor akan menilai sebanyak 15 indikator. Di antaranya, dari segi manajemen, pelayanan, serta sarana dan prasarana di rumah sakit.

“Dan, kami sebelumnya sudah melakukan self assessment atau internal. Selain itu, juga dilakukan survei simulasi. Jika diakui, kata Suarjaya, memang pada saat survei internal sangat banyak kekurangan. Tetapi, kami mampu memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut,” ujar Suarjaya.

Dalam survei SNARS ini, ada beberapa tingkatan penilaian. Yaitu, tingkat dasar, madya, utama dan paripurna, yang memiliki penilaian bintang lima.

Pada 2019 ini, kata Kadis asal Kabupaten Buleleng ini, total ada tujuh rumah sakit yang akan mengikuti survei nasional ini.

Survei Akreditasi RS Mata Bali Mandara dilakukan oleh tim dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), dengan peninjauan langsung kepada sarana, pelayanan hingga akuntabilitas dan berbagai aspek lainnya. Tim tersebut dipimpin dr. Zainal Abidin Sp.THT., beserta anggota, dr. Retno Indrastuti, MARS dan Maria Indrijani Widjaja, SKM.

Lihat juga...