PBB Desak “Jeda Kemanusiaan” di Ibu Kota Libya

Bom mortir mendarat di pinggir Tripoli, hampir menghantam satu klinik serta menambah besar penderitaan rakyat setelah dua pekan serangan oleh tentara Libya Timur terhadap Ibu Kota Libya, yang dikuasai oleh pemerintah yang didukung PBB. (REUTERS)

TRIPOLI — Perserikatan Bangsa-Bangsa, Minggu, mendesak “jeda kemanusiaan” selama sepekan di Libya, lokasi pasukan setia terhadap komandan militer Khalifa Haftar melancarkan serangan untuk mengambilalih Tripoli selama empat pekan.

Dalam pernyataan, Misi PBB di Libya (UNSMIL) mendesak agar pihak yang bertikai memberlakukan “jeda kemanusiaan” mulai Senin pukul 0400 waktu setempat, bertepatan dengan diawalinya ibadah puasa Ramadan.

“UNSMIL menyeru semua pihak agar memberikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan dan memastikan kebebasan warga sipil selama ‘jeda kemanusiaan’,” kata UNSMIL.

Tak ada komentar baik dari pasukan Tentara Nasional Libya (LNA) pimpinan Haftar maupun pemerintah yang diakui internasional di ibu kota.

Penembakan Artileri pada Minggu dapat terdengar dari pinggiran selatan, tempat pasukan LNA berupaya menerobos pertahanan pasukan Tripoli.

Pertempuran di Libya menyebabkan sekitar 50.000 orang kehilangan tempat tinggal mereka, kata PBB. [Ant]

Lihat juga...