ORGANDA Bakauheni Siapkan Bus Khusus Eksekutif
Editor: Koko Triarko
LAMPUNG – Hadapi arus mudik 1440 H/2019, Dewan Pimpinan Cabang Khusus Organisasi Angkutan Darat (DPC-K Organda) Bakauheni, menyediakan bus khusus. Bus khusus tersebut merupakan bus eksekutif, yang melayani trayek terminal Rajabasa via Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) tujuan dermaga eksekutif.
Ivan Rizal, ketua DPC-K Organda Bakauheni, menyebut saat ini ada 6 unit bus untuk melayani dermaga eksekutif. Sebagai tambahan, Organda bekerja sama dengan perusahaan otobus selama arus mudik menambah sebanyak 5 bus.
Total bus sebanyak 11 unit tersebut, disiapkan untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik melalui dermaga eksekutif. Sebab, seperti tahun sebelumnya, pemudik asal pelabuhan Merak kerap terjadi penumpang kehabisan bus. Terlebih, sejumlah pemudik sesuai tren tahun sebelumnya, berangkat pada malam hari dan menginap di pelabuhan Bakauheni.

Ivan Rizal menyebut, sosialisasi telah dilakukan di pelabuhan Merak, terminal Rajabasa terkait keberadaan bus khusus tersebut. Fasilitas bus yang terkoneksi dengan jalan tol, sekaligus menjadi jawaban kerap terlambatnya bus dari terminal Rajabasa.
Menggunakan akses jalan tol perjalanan yang kerap bisa ditempuh selama dua jam melalui Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum), kini bisa ditempuh kurang dari satu jam.
“Keberadaan jalan tol yang sudah operasional bisa dipergunakan untuk mempercepat waktu tempuh antara dermaga eksekutif Bakauheni dan terminal Rajabasa, khususnya selama arus mudik,” ungkap Ivan Rizal, di dermaga eksekutif Bakauheni, Selasa (28/5/2019).
Pelayanan bus eksekutif bagi pemudik pejalan kaki yang menyeberang ke pelabuhan Bakauheni dari pelabuhan Merak, diadakan untuk memberi kenyamanan. Sebab, seperti tahun sebelumnya, pemudik masih enggan melakukan perjalanan karena armada bus yang terbatas.
Sebagai solusi melayani pemudik asal Pulau Jawa yang menuju ke Sumatra, bus akan melayani penumpang usai turun dari kapal. Keberangkatan bus juga menyesuaikan jadwal kedatangan kapal di dermaga eksekutif, yang memiliki waktu tempuh sekitar satu jam.
Sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang, bus eksekutif tidak melayani penumpang di jalan. Bus eksekutif hanya melintas melalui jalan tol dan tidak boleh mengambil penumpang selain di terminal tujuan.
Sebagai pilihan bagi pemudik yang akan mempergunakan bus biasa, disediakan shutlle bus, yang akan dipergunakan untuk mengantar penumpang dari terminal antarmoda ke dermaga eksekutif.
“Bagi calon penumpang dermaga eksekutif dari terminal antarmoda, bisa naik shuttle bus sesuai jadwal yang sudah ditentukan,” terang Ivan Rizal.
Ia menyebut, penumpang dengan trayek jarak dekat di wilayah Lampung Selatan dan Lampung Timur, juga disediakan bus reguler, yang berasal dari sejumlah perusahaan otobus, travel, angkutan pedesaan serta ojek.
Sebab, pemudik asal pulau Jawa yang tiba di dermaga eksekutif sebagian tidak memiliki tujuan ke terminal Rajabasa, Bandarlampung. Arahan dari petugas bisa menjadi petunjuk untuk memudahkan pemudik.
Made, salah satu awak bus PT. Puspa Jaya Transport, mengatakan, bus yang digunakan memiliki 50 kursi. Bus tersebut dipergunakan untuk melayani trayek dermaga eksekutif ke terminal Rajabasa, Bandarlampung.
Bus yang disiagakan akan mengangkut penumpang melalui tol Sumatra, merupakan kali pertama angkutan mudik memakai jalan tol.
Sementara itu, Hasan Lessy,General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, menjelaskan, penambahan bus dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang di pelabuhan Bakauheni. Sebab, tren masyarakat yang berangkat pada malam hari kerap membuat bus habis pada pagi hari.
Sebagai antisipasi, PT. ASDP Indonesia Ferry telah berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan Organda. Salah satu cara yang dilakukan dengan melakukan penghitungan manifest penumpang pejalan kaki.
“Manifest penumpang pejalan kaki akan dipantau oleh BPTD Banten dan dikoordinasikan dengan BPTD Lampung, agar bisa dipersiapkan jumlah kendaraan yang akan mengangkut pemudik,” beber Hasan Lessy.
Menurutnya, pendataan manifest penumpang tersebut selain berkaitan dengan keselamatan penumpang, juga kapasitas kendaraan. Sesuai prediksi, arus kedatangan pemudik asal pulau Jawa akan mencapai puncaknya pada Sabtu (1/6) hingga Minggu (2/6).
Sejumlah antisipasi kekurangan armada juga telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung. Bus cadangan akan disiapkan mengantisipasi membludaknya penumpang.