Keliru Gunakan Pestisida Bisa Berakibat Fatal

MADIIUN – Penyemprotan pestisida pada tanaman padi, harus dilakukan dengan tepat dan benar. Jika tidak, pestisida tidak akan bekerja maksimal membunuh hama dan sia-sia, bahkan harus diulang lebih sering.

Hal itu disampaikan Sertu Agus Supriyanto, anggota Babinsa Desa Ngale, Koramil 0803/ 10 Pilangkenceng, Kodim 0803/ Madiun, saat mendampingi petani melakukan penyemprotan tanaman padi di lahan milik Suparno, anggota Poktan Ngudi Waluyo Desa Ngale, Pilangkenceng, Madiun.

Sertu Agus Supriyanto juga mengatakan, agar hasil produksi bisa maksimal, menyemprot tanaman padi juga harus sesuai dengan arahan dari PPL.

“Penggunaan pestisida tidak akan bekerja dengan baik, jika dilakukan pada waktu yang tidak tepat. Jika salah dalam melakukan penyemprotan, pestisida tidak akan maksimal membunuh hama atau penyakit tanaman. Penyemprotan akan sia-sia dan harus diulangi sesering mungkin,” terangnya, dalam rilis yang diterima Cendana News, Senin (7/5/2019).

Menurutnya, waktu yang tepat melakukan penyemprotan tanaman padi adalah pada saat stomata (mulut daun) terbuka. Sebab, ketika stomata terbuka, cairan pestisida akan mudah diserap oleh tanaman dan masuk kedalam jaringan tanaman.

“Dengan demikian, hama atau penyakit yang menyerang tanaman akan mati, ketika hama memakan bagian tanaman tersebut. Waktu yang tepat adalah pagi hari hingga jam 09.00 dan sore hari, mulai dari jam 15.30 hingga jam 17.00 WIB,” jelas Sertu Agus.

Ia juga mengingatkan, agar menggunakan dosis sesuai dengan yang dianjurkan oleh PPL. Mengurangi atau menambah dosis, bisa berakibat fatal dan hama atau penyakit tanaman tidak mati. (Ist)

Lihat juga...