BPOM Purwokerto Uji 16 Jenis Takjil
Editor: Satmoko Budi Santoso
PURWOKERTO – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Loka Purwokerto mulai melakukan pengawasan dan uji sampel pada berbagai makanan takjil yang dijual di kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Nirwana, Purwokerto.
Penjual takjil di lokasi tersebut merupakan penjual dadakan yang muncul saat bulan Ramadan.
Kepala BPOM Purwokerto, Suliyanto, mengatakan, ada 16 jenis sampel makanan takjil yang diuji cepat di lokasi, terdiri dari bakso, beberapa jenis minuman dan es buah, makanan tradisional cenil dan lain-lain.
Dari 16 jenis takjil tersebut, semuanya dinyatakan layak dan tidak mengandung rhodamin B maupun formalin.

“Semuanya memenuhi syarat untuk dikonsumsi, petugas tidak menemukan adanya zat berbahaya seperti rhodamin B ataupun formalin,” kata Suliyanto, Kamis (9/5/2019) sore.
Jika ditemukan adanya zat berbahaya yang terkandung dalam makanan, maka petugas BPOM akan mendatangi pedagang dan meminta agar tidak menjual sisa dagangan.
Penjual juga akan diberi surat panggilan ke kantor BPOM, untuk dilakukan pembinaan.
“Pedagang akan kita berikan pengetahuan tentang zat-zat berbahaya yang tidak boleh digunakan untuk makanan, pemanggilan ke kantor BPOM ini juga sekaligus sebagai shock therapy supaya mereka benar-benar meninggalkan zat-zat berbahaya dalam mengolah makanan,” tuturnya.
Lebih lanjut Suliyanto mengatakan, pemeriksaan ini merupakan bentuk pengawasan, untuk memastikan takjil-takjil yang dijual di pinggir-pinggir jalan aman dikonsumsi.
Sebab, sejak awal bulan puasa, penjual takjil dadakan menjamur di setiap sudut Kota Purwokerto. Dan yang terbanyak adalah di kompleks TMP Tanjung Nirwana.
Ratusan pedagang memadati lokasi parkir TMP dengan lapak dagangan. Jalanan di sekitar lokasi juga macet karena banyaknya pedagang serta pembeli.
“Ini merupakan pengawasan awal, selanjutnya kita akan lakukan pemeriksaan serupa di titik lainnya, seperti di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara serta Cilacap. Pasar tradisional dan pasar modern juga akan kita lakukan pemeriksaan,” katanya.
Pasar tradisional, lanjutnya, selama ini paling banyak dijumpai makanan yang mengandung zat berbahaya. Dalam pemeriksaan sebelum bulan puasa lalu, BPOM Purwokerto juga menemukan kerupuk soto yang mengandung rhodamin B di pasar tradisional.
Pemeriksaan di lokasi penjualan takjil dilakukan sejak sore hari saat ramai pembeli pukul 14.30 WIB hingga tiba waktu berbuka puasa.
Petugas juga membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas, setelah pemeriksaan sampel makanan selesai.