Antisipasi Kekeringan, BPBD NTB Diminta Lakukan Identifikasi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Sebagai upaya antisipasi dan penanganan terjadinya bencana kekeringan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten dan kota diminta melakukan identifikasi dan pemetaan sejak dini.

“Semua BPBD kabupaten/kota telah disurati termasuk ditembuskan kepada bupati dan walikota, agar melakukan identifikasi sejak dini titik kekeringan, agar segera bisa dilakukan penanganan,” kata Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik, di Mataram, Rabu (29/5/2019).

Kepala BPBD NTB, Ahsanul Khalik – Foto: Turmuzi

Melalui surat edaran tersebut, BPBD kabupaten kota juga diminta, supaya jika terjadi situasi kondisi kekeringan di daerah mereka secara meluas, maka kita minta agar bupati walikota mengeluarkan surat edaran darurat kekeringan.

Status darurat kekeringan itulah nantinya menjadi dasar Pemprov NTB juga mengeluarkan tanggap darurat kekeringan, kemudian bisa ditindaklanjuti untuk penanganan melalui dana siap pakai di BNPB dan juga dana darurat yang ada di provinsi termasuk kabupaten kota.

“Tapi sampai sejauh ini Khalik mengaku belum menerima laporan tertulis dan baru bersifat informasi lisan dari BPBD kabupaten kota,” katanya.

Dengan demikian, bagaimana mau bicara berapa jumlah, seberapa besar dampak, sementara laporan resmi dari BPBD kabupaten kota belum ada, karena proses penanganan masih bisa dilakukan kabupaten kota.

Khalik menambahkan, meluasnya kekeringan sendiri baru akan berlangsung, nanti bulan Agustus September dan Oktober. Sementara bulan Mei, Juni, masih bisa ditangani kabupaten kota setempat, karena masih ada hujan satu dua kali.

“Hanya di beberapa daerah tertentu barangkali tidak ada turun hujan dan itu menjadi perhatian BPBD kabupaten kota. Kan nanti juga ada PDAM, BPBD dan Dinas sosial,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Mataram, Agus Riyanto, menjelaskan, memasuki musim kemarau 2019, masyarakat maupun Pemda NTB diminta mewaspadai terjadinya kekeringan dan krisis air bersih.

Mengingat hampir sebagian besar wilayah NTB telah memasuki musim kemarau yang bisa mengakibatkan terjadinya kekeringan, terutama daerah bagian selatan NTB yang kerap menjadi langganan bencana kekeringan dan krisis air bersih.

Lihat juga...