Terkait Semana Santa, Polda NTT Tambah Pasukan Pengamanan Pemilu

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kepolisian Daerah (Polda) NTT telah menyiapkan penambahan pasukan untuk pengamanan pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara di Larantuka, Kabupaten Flores Timur (Flotim). Penambahan pasukan ini dilakukan mengingat ada pelaksaan ritual Semana Santa umat Katolik.

“Terkait pelaksanaan pemilu di kota Larantuka kabupaten Flores Timur, saya sudah bertemu dan berbicara dengan Uskup Larantuka serta Kapolres Flotim bahwa Semana Santa tetap dilaksanakan sesuai dengan jadwal,” ungkap Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Johanis Asadoma, SIK, M.Hum, Jumat (5/4/2019).

Wakapolda NTT Brigjen Pol. Johanis Asadoma, SIK, M.Hum. Foto: Ebed de Rosary

Dijelaskan Johni sapaannya, ada beberapa ritual yang dimajukan. Ritual Tikam Turo yang biasa dilaksanakan setiap hari Rabu tahun ini bertepatan dengan jadwal pemungutan suara, Rabu (17/4/2019) dimajukan di hari Senin (15/4/2019).

“Dengan begitu masyarakat di hari Rabu bisa menggunakan hak pilihnya. Kekuatan pasukan pun sudah ditambah bantuan pasukan dari Polda NTT sehingga pasukan yang bertugas mengamankan Semana Santa tetap menjalankan tugas. Pasukan pengamanan pemilu pun tetap menjalankan tugasnya,” ungkapnya.

Polda NTT. kata Johni, siap mengamankan kampanye akbar termasuk pasangan capres dan cawapres nomor 01 dan 02 saat berkampanye di NTT. Tidak ada masalah soal pengamanan saat kampanye akbar maupun saat pemungutan hingga proses perhitungan suara hingga pleno penetapan hasil Pilpres dan pembagian kursi legislatif.

“Jadi di NTT tidak ada masalah dan kita meminta dukungan dari seluruh masyarakat menggunakan hak pilih sesuai hati nurani. Juga menjaga keamanan, ketenteraman, dan kedamaian selama pelaksanaan pemilu,” pintanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT, Thomas Dohu, mengatakan, KPU tidak bisa menunda pelaksanaan Pemilu di Larantuka kabupaten Flores Timur. Ada pertimbangan hukum, politis dan teknis.

“KPU RI bersama Gubernur NTT, Kapolda NTT, Bupati Flores Timur, Uskup Larantuka dan unsur lainnya telah bertemu bersama untuk membahas usulan penundaan pemungutan suara. Tetapi karena pertimbangan tersebut maka sulit dilakukan penundaan,” sebutnya.

Pemungutan suara kata Thomas, tetap dilaksanakan tanggal 17 April 2019 bersamaan dengan kegiatan keagamaan Rabu Trewa. KPU Flores Timur diminta mengatur kegiatan pemungutan dan perhitungan suara pada Pemilu 17 April agar selesai pada pukul 17.00 WITA.

“Hal ini dilakukan agar pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara di TPS tidak mengganggu kegiatan Rabu Trewa, awal pelaksanaan Tri Hari Suci dalam tradisi Semana Santa di sana,” tuturnya.

Komisioner KPU NTT, Fransiskus Diaz menjelaskan, tahun 2018 lalu KPU bersama semua pihak seperti pemerintah daerah, DPRD, partai politik, Forkompinda dan tokoh agama membuat pertemuan dan menghasilkan beberapa kesepakatan.

“Ada beberapa kesepakatan dan strategi yang diambil dari pertemuan dimaksud dan semuanya telah disampaikan kepada KPU RI. Kesepakatan yang diambil tersebut antara lain terkait penundaan pelaksanaan pemungutan suara di Flotim,” jelasnya.

Penundaan pemungutan suara, kata Edi sapaannya, diusulkan di 98 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berdampak langsung terhadap ritual saat Semana Santa. Sebanyak 92 TPS ada di kecamatan Larantuka, dua TPS di Wure, kecamatan Adonara Barat dan dua TPS di Konga, kecamatan Titehena.

“Rekomendasi rapat juga menyarankan agar ke depan pelaksanaan pemilu harus mempertimbangkan dengan hari besar keagamaan. Strategi lain yang diambil, pelaksanaan pleno perhitungan suara di tingkat kecamatan diundur,” terangnya.

Hal ini terjadi karena setelah hari Rabu, jelas Edi, umat Katolik di Flotim langsung memasuki ritual Tri Hari Suci hingga Paskah kedua di hari Senin. Dengan demikian maka diusulkan perhitungan suara di kecamatan berlangsung Senin (22/4/2019) usai ibadah misa.

Lihat juga...