Reaktivasi Jalur KA Lintas Stasiun Padang-Pulo Aie Segera Dilakukan
Editor: Makmun Hidayat
PADANG — Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, menyambut baik upaya reaktivasi jalur kereta api lintas stasiun Padang-stasiun Pulo Aie, Sumatera Barat. Sebagaimana hal ini telah dibahas sebelumnya bersama gubernur, unsur Kementerian Perhubungan dan PT KAI serta pihak terkait lainnya.
“Alhamdulillah seperti diketahui, tahun ini sudah ada anggaran untuk reaktivasi jalur kereta api lintas stasiun Padang-Pulo Aie ini. Kita tentu berterima kasih kepada semua pihak yang terus mengupayakan segala sesuatunya, salah satunya melalui rakor yang digelar kali ini,” ungkap Mahyeldi, Jumat (12/4/2019).

Rakor yang digelar oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Barat, juga membahas revitalisasi jalur perkeretaapian Pulo Aie ke depan.
Mahyeldi menjelaskan, dengan diaktifkannya jalur kereta api ini tentunya diharapkan menjadi hal yang positif sekaligus menjawab mimpi bagi Kota Padang selama ini. Hal itu mengingat, kondisi pertambahan jalan di Kota Padang yang masih sangat terbatas. Sementara pertambahan kendaraan semakin hari semakin meningkat.
“Kita membayangkan dengan selesainya pengerjaan jalur dua by pass permasalahan tranportasi di Kota Padang dapat dipecahkan. Nyatanya tidak, justru kendaraan yang melintas malah semakin banyak lagi dan jalanan pun kerap padat merayap,” ucapnya.
Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan, rencana pengaktifan jalur kereta api tersebut, diharapkan tidak hanya menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) saja, tapi sekaligus juga untuk angkutan transportasi dalam kota.
Untuk itu, dengan reaktivasi tersebut, sebagai solusi kebutuhan angkutan transportasi bagi masyarakat di Kota Padang. Direncanakan dalam waktu dekat akan mengaktifkan dan menambah koridor bus massal Trans Padang.
“Semoga kita semua dapat saling bersinergi mendukung upaya reaktifasi jalur kereta api lintas stasiun Padang-Pulo Aie ini. Semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar, yang tentunya harus mengutamakan prinsip dasar keselamatan bagi penumpang dan warga yang melintasi rel, ” harapnya.
Untuk itu kepada para camat, lurah dan tokoh masyarakat di sepanjang jalur kereta api, karena ini kebutuhan masyarakat untuk mendukung perencanaan transportasi dalam Kota Padang, yang artinya harus disukseskan secara bersama.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Heri Novriadi juga mengatakan, selain merencanakan mereaktivasi KA Padang – Pulo Aie, Dirjen Perkeretaapian juga ada mewacanakan untuk jalur KA dari Stasiun Kayu Tanam menuju Kota Bukittinggi, agar kembali dioperasikan. Jenis KA yang digunakan lokomotif Metro Kapsul.
Menurutnya, alasan munculnya wacana reaktivasi KA menuju Bukittinggi dari Kemterian Perhubungan RI melalui Dirjen itu, karena melihat cukup banyak rel-rel KA zaman penjajahan Belanda dulu terbentang dan sangat disayangkan jika tidak difungsikan kembali.
“Ini merupakan wacana dari bapak Dirjen, hal ini didasari dari kondisi jalan Padang – Bukittinggi yang memiliki tingkat kemacetan yang cukup parah. Jadi apabila beroperasinya KA Padang – Bukittinggi, akan dapat mengurangi kemacetan, serta secara tidak langsung memberikan wisata baru di Sumatera Barat,” jelasnya.
Heri menyatakan meskipun masih sebuah wacana, namun dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri menyikapi hal tersebut sebuah wacana yang bagus. Apalagi dari Dirjen Perkeretaapian mengatakan jenis KA yang tepat digunakan ialah KA Metro Kapsul.
Artinya jika wacana itu terwujud, maka hal yang perlu dilakukan ialah pergantian rel serta peningkatan sejumlah kondisi rel ke R54, seperti yang telah diterapkan menuju Stasiun Naras.
Menurutnya, untuk pergantian rel itu mulai tahun ini segera dimulai perbaikannya di sejumlah titik seperti di kawasan Kabupaten Padang Pariaman – Kabupaten Tanah Datar – Kota Padang Panjang, di sana ada kondisi rel yang memilki gigi. Kondisi rel yang demikian perlu diganti ke kondisi rel yang kini telah di gunakan dari Padang – Naras.
Turut hadir dalam kesempatan rakor tersebut, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulmafendi, Kepala Divisi Regional (Divre) II PT KAI Persero Sumbar Fredy, serta Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II wilayah Sumatera Bagian barat dan Gubernur Sumbar diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Beny Warlis.