Ramadan, Permintaan Bahan Pokok di DKI Naik 10 Persen

Editor: Mahadeva

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni - Foto Lina Fitria

JAKARTA – Menjelang puasa ataupun Hari Raya Idul Fitri, permintaan kebutuhan pokok masyarakat di DKI Jakarta meningkat antara 10 hingga 20 persen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Darjamuni, menyebut, pihaknya sudah mendata semua kebutuhan pangan, dan dipastikan terjaga ketersediaannya. Apabila semua stok kebutuhan pangan terjaga, maka harga juga diharapkan dapat terjaga kestabilannya.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menggelar pasar murah dan bazaar bagi masyarakat umum di Ibu Kota. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas KPKP, meningkatkan jumlah ketersediaan bahan pangan bersubsidi, yang ditujukan bagi warga Jakarta kelas menengah.

Yaitu, warga yang memegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Lansis Jakarta (KLJ), Kartu Pekerja Jakarta (KPJ). “Kami gelar pasar murah, bazaar dan juga kami akan meningkatkan jumlah untuk pangan bersubsidi ditujukan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah. Itulah yang akan meredam supaya tidak terjadi (kenaikan),” kata Darjamuni, Senin (29/4/2019).

Direktur Utama Food Station, Arief Prasetyo Adi, menyebut, Food Station mengajukan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih ke Kementerian Pertanian atau Kementan sebanyak 20 ton.

Bawang putih merupakan bahan pangan yang masih belum stabil ketersediaanya di DKI Jakarta. “Jadi bawang putih tahun lalu, food station telah mendapatkan persetujuan impor dari 10 ribu ton. Tahun ini kami sudah mengajukan RIPH seperti yang sudah disampaikan 20 ribu ton,” kata Arief.

Tahun lalu dari pengajuan sebesar 20 ribu ton, Surat Persetujuan Impor (SPI) yang didapatkan hanya 10.000 ton. Dari jumlah tersebut, Food Station memiliki kewajiban untuk menanam kembali sebesar lima persen di lahan seluas 170 hektare. “Sudah panen di beberapa tempat seperti di Temanggung, Wonosobo, dan beberapa tempat lain,” ungkap Arief.

Saat ini, Food Station sedang menunggu RITH dari Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian. Sembari menunggu persetujuan, Arief mengatakan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak yang sudah punya persetujuan impor. “Barangnya datang akhir bulan ini atau awal Mei, dan akan kami koordinasikan segera untuk mengisi pasar Jakarta,” pungkas Arief.

Lihat juga...