Pencanangan HUT ke-492, Pemprov DKI Tampilkan Wajah Baru
Editor: Satmoko Budi Santoso
JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencanangkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-492 Jakarta dengan tema wajah baru Jakarta. Menurut Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dengan tema tersebut, bukan perubahan fisik semata.
Seperti perubahan beroperasinya MRT Jakarta, adanya Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dengan desain yang unik, trotoar yang dibuat lebih lebar, integrasi moda transportasi, dan lain-lain.
“Saya ingin garisbawahi wajah baru Jakarta bukan sekadar wajah baru fisiknya saja, yang harus kita ingat bahwa di balik wajah baru fisik, ada cara pandang yang baru,” kata Anies di Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (27/4/2019).
Dia pun menginginkan kebaruan itu dimulai dari pikiran dan perbuatan masing-masing masyarakat. Dia berharap, memperingati HUT ini bukan sekadar fisiknya saja, melainkan gagasan.
“Kita ingin kebaruan itu dimulai dari pikiran sampai pada perbuatan. Jadi, karena itu, dalam kita memperingati 492 tahun dengan tema ‘Wajah Baru Jakarta’, bukan sekadar fisiknya saja, tapi gagasan di balik itu,” ujarnya.
Dia mencontohkan, kebaruan cara pandang itu terlihat dari masifnya pembangunan trotoar bagi pejalan kaki. Menurut Anies, pembangunan trotoar berangkat dari kesadaran bahwa kaki adalah alat transportasi yang dimiliki hampir semua warga.
“Begitu kita memandang kaki sebagai alat transportasi, maka kami pemerintah menyiapkan trotoarnya, warga lebih sering berjalan kaki di dalam kota,” kata Anies.
Orang nomor satu di DKI Jakarta itu menjelaskan, perubahan cara pandang ini sudah dilakukan Pemprov DKI, salah satunya terkait penyiapan trotoar. Trotoar pun dibuat lebih lebar demi pejalan kaki.
“Kita ingin masyarakat Jakarta yang lebih sehat. Sehat tidak kalau berjalan kaki? Sehat. Tapi makin hari, kita makin sedikit yang mau jalan kaki. Nah pemerintah akan bangun lebih banyak lagi trotoar,” katanya.
Kemudian dia mencontohkan penataan taman di Ibu Kota. Taman dalam cara pandang dulu menurut Anies hanya sebagai tontonan.
“Kalau sekarang rumputnya justru dipakai oleh anak-anak. Taman sebagai tempat kegiatan bukan sebagai tempat untuk ditonton saja,” katanya.
Contoh lainnya, kata Anies, adalah taman-taman di Jakarta saat ini dibuat lebih terbuka. Artinya, pengunjung diperbolehkan menginjak rumput dan bermain di atasnya.
Pencanangan HUT Kota Jakarta ke-492 memang dimulai lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, mengingat datangnya bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Idul Fitri dalam waktu dekat.
Pencanangan HUT Kota Jakarta ke-492 ini dilaksanakan serentak di enam wilayah kota atau kabupaten administrasi dengan rincian lokasi pelaksanaan sebagai pencanangan provinsi dilaksanakan di Taman O di Cibubur, kolong Stasiun Sudirman di Menteng, RPTRA di Kembangan, Taman Maju Bersama Asakinah di Kebagusan, Kampung Aquarium di Jakarta Utara, lapangan Bola Pulau Kelapa di Kepulauan Seribu.
“Saya ingin pesan kepada masyarakat di sekitar ini, manfaatkan Taman O ini. Jadikan Taman O sebagai tempat berinteraksi. Sering-sering ajak kegiatan di sini. Ajak anak-anak ke sini. Buat kegiatan yang banyak.
Saya ingin ini dimanfaatkan dan di sini ada pojok literasi. Mari biasakan anak-anak kita membaca. Anak-anak yang terbiasa membaca. Insyaallah besarnya nanti menjadi pembelajar. Kalau menjadi pembelajar, dia akan sukses dunia akhirat. Manfaatkan ruang pojok literasi untuk kita membiasakan anak-anak kita membaca,” jelasnya.
Selain itu, Anies juga memberikan bantuan untuk renovasi Masjid Jami Al Muhibbah yang berada di dekat lokasi pencanangan dan Masjid Darussalam SMAN 99 Jakarta, dengan besaran masing-masing Rp 25.000.000.
Hadir dalam pencanangan tersebut Sekda DKI Jakarta Saefullah, Kepala Dinas Kehutanan Suzi Marsitawati, dan Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Djafar Muchlisin. Pencanangan ini juga digelar serentak di lima kota dan kabupaten di DKI Jakarta.
Adapun logo HUT Kota Jakarta ke-492 melambangkan filosofi perubahan menjadi Jakarta yang baru, Jakarta yang modern, namun tetap tidak melupakan akar budaya luhur, dan tetap dekat dengan Pancasila.
Logo tersebut disimbolkan dengan ikon-ikon yang menunjukkan wajah baru Jakarta dan warna yang melambangkan masa depan, profesionalitas, kepercayaan, keramahan, kultur budaya, alam, iman, dan keberanian untuk berubah.
Saling bersinergi dengan masyarakat untuk menampilkan wajah baru Jakarta.