Pelatihan Kepala Sekolah, Tingkatkan Pengetahuan dan Kompetensi

Editor: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Menjadi kepala sekolah bisa saja menjadi impian para guru. Jabatan ini terkadang bisa dengan mudah diperoleh karena kedekatan guru dengan bupati atau masih ada hubungan saudara dengan kepala dinas pendidikan dan pejabat penting lainnya di daerah.

“Menjadi kepala sekolah bisa jadi mudah didapatkan karena mungkin dekat dengan bupati, kepala BKD atau pejabat tertentu,” sebut Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Daerah NTT, Dr. Keron Ama Petrus, SE, MA, Kamis (11/4/2019).

Namun, kepala sekolah juga dituntut kata Petrus, untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dan ini tidak mudah dilaksanakan. Untuk itu kepala sekolah perlu dibekali juga dengan berbagai pelatihan.

“Kami berharap dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan manajemen kepala sekolah maka bisa meningkatkan kompetensi, pengetahuan dan keterampilan kepala sekolah,” sebutnya.

Dengan begitu tambah Petrus, ada perbaikan kinerja dan hasil kerja pun akan menjadi lebih baik ke depan. Menjadi pemimpin di lembaga pendidikan tentu menjadi tantangan tersendiri, harus menjaga kualitas dan kemajuan lembaga pendidikan.

“Bila mutu pendidikan rendah maka kesalahannya bukan hanya terletak pada para guru selaku pendidik. Sistemlah yang membuat semua itu belum berjalan baik. Untuk itu perlu ada perbaikan sistem secara terus menerus agar kualitas pendidikan meningkat,” tegasnya.

Diklat menjadi salah satu jalan untuk memperbaiki berbagai urusan pemerintahan di dunia pendidikan. Untuk itu Petrus meminta agar para kepala sekolah di kabupaten Sikka dan Flores Timur harus memanfaatkan ilmu yang diperoleh.

“Diklat manajemen pembelajaran dapat membuat proses belajar mengajar di sekolah menjadi lebih baik. Ilmu yang sudah didapat jangan hanya dipergunakan sendiri tetapi harus ditularkan kepada sesama guru lainnya dan anak didik,” pesannya.

Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Teknis, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah NTT, Anthonius Bala Deket, SE, MM, mengharapkan, 30 kepala sekolah SMA di Flores Timur dan Sikka yang mengikuti Diklat kualitasnya bisa meningkat.

“Diklat ini kami harapkan bisa membuat kepala sekolah lebih profesional dan berkompeten dalam bertugas. Dengan begitu diharapkan bisa menjadikan sekolah yang dipimpin  lebih berkualitas lulusannya dan sumber daya pendidik pun lebih bagus,” tuturnya.

Dalam Diklat ini, jelas Anthonius, para kepala sekolah diberi materi manajemen sekolah dan kepemimpinan kepala sekolah.

Juga mengenai manajemen pendidikan dan tenaga kependidikan, manajemen sarana dan prasarana sekolah, inovasi dan perubahan kepemimpinan kepala sekolah, manajemen keuangan sekolah serta monitoring maupun evaluasi.

Lihat juga...