7.993 Siswa Ikuti UNBK di Yogya, Tiga Sekolah Digabung

Editor: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sebanyak 7.993 siswa tingkat SMP/MTs di kota Yogyakarta tercatat sebagai peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019 yang akan digelar pada 22-25 April mendatang.

Sebanyak 7000 lebih siswa itu berasal dari 65 sekolah penyelengga, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta.

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dedi Budiono, mengatakan, dari seluruh sekolah itu, sebanyak 62 sekolah akan menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Sementara sebanyak 3 sekolah, akan menyelenggarakan UNBK dengan cara digabung ke sekolah lain.

“Ada 3 sekolah yang harus menyelenggarakan UNBK dengan cara digabung ke sekolah lain, karena belum memenuhi persyaratan. Yakni SMP Gotong-Royong, SMP Perak, dan SMP Bopkri 10. Ketiganya akan menyelenggarakan ujian di SMP Negeri 7,” ujarnya kepada Cendana News, Kamis (11/4/2019).

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga mencatat, ada sebanyak 16 siswa berkebutuhan khusus, yang akan mengikuti Ujian Nasional tahun ini. 16 siswa tersebut merupakan siswa penyandang disabilitas netra yang berasal dari MTs Yaketunis.

“Sejumlah siswa berkebutuhan khusus ini nantinya tidak akan mengikuti Ujian Nasional dengan berbasis komputer. Melainkan akan mengikuti ujian dengan cara manual menggunakan kertas atau Paper Based Test,” ungkapnya.

Untuk memaksimalkan pelaksanaan UNBK, pihak Disdik kota Yogyakarta sendiri telah melakukan berbagai persiapan baik di tingkat sekolah meliputi panitia penyelenggara, proktor, teknisi maupun fasilitator atau pengawas, termasuk kepada para siswa.

“Persiapan sudah kita lakukan sejak jauh-hari hari. Mulai dari penyiapan fasilitas kompeter untuk sekolah, pelatihan bimtek untuk guru (proktor, teknisi dan fasilitas), hingga pelaksanaan try out bagi para siswa. Jadi semua sudah siap,” katanya.

Bahkan untuk memaksimalkan hasil ujian, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga sudah menyelenggarakan pelatihan penyusunan konten soal bagi para guru. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat berlatih mengerjakan soal dengan bobot yang tidak jauh berbeda dengan bobot saat ujian.

Sebagaimana diketahui, ujian nasional berbasis komputer akan digelar secara serentak pada 22-25 April mendatang. Ada empat mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam dan Bahasa Inggris. Seluruh soal dalam bentuk pilihan ganda.

Hasil ujian nasional bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan siswa. Akan tetapi, hasil UN ditujukan sebagai pemetaan pendidikan, serta di sebagian daerah digunakan sebagai syarat masuk ke jenjang pendidikan selanjutnya.

Lihat juga...