Kadispendik DKI: Tak Ada Kebocoran Kunci Jawaban UNBK

Editor: Makmun Hidayat

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Ratiyono menjelaskan terkait penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi sudah bisa dilakukan secara online, di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2019). Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono memastikan ujian Nasional Berbasis Komputer tingkat SMK dan SMA pada 2019 tidak ada laporan tentang kebocoran kunci jawaban.

“Kalau kebocoran hingga saat ini sih tidak ada,” cetus Ratiyono ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019) sore.

Menurutnya, pendistribusian soal melalui sistem ujian berbasis komputer sangat rapi, sehingga sulit untuk dibobol oleh orang yang tak bertanggung jawab.

“Karena soalnya kan pakai komputer. Jadi itu dikendalikan oleh Puspendik Pusat Pemilihan pendidikan dari Kementerian Pendidikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, rahasia soal UNBK bisa dijaga oleh sistem dalam komputer yang dikendalikan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik).

“Sehingga yang menyatakan soal, beberapa jam sebelumnya dari Puspendik, ke setting jaringan komputer yang ada di DKI. Apalagi soalnya kanan kiri itu beda,” sambungnya.

Selain itu, untuk persiapan penyelenggaraan UNBK pun dinilai sudah matang. Kerahasian soal menjadi salah satu yang diperhitungkan. Begitu juga dengan data-data peserta ujian.

“Sistemnya dari sebelumnya sudah kita sinkronkan, supaya saat UNBK tidak ada masalah. Kemudian malamnya kita jagain dan kemudian paginya memang semuanya sudah oke. Jadi alhamdulillah soal jaringan relatif tidak ada trouble,” tukasnya.

Selain itu, Ratiyono mengungkapkan nanti para orangtua murid harus menjemput anaknya sehingga pulang sekolah, tidak melakukan konvoi atau coret-coretan.

“Yang paling penting kemarin setelah selesai ujian SMK maupun SMA sekolah berinisiatif memanggil orangtua untuk menjemput mereka (anaknya). Sehingga, pulang sekolah langsung dijemput oleh ibunya. Sehingga tidak ada konovi dan tidak coret-coretan baju,” ungkapnya.

Kemudian Ratiyono menjelaskan, pelaksanaan UNBK 2019 ini berjalan dengan sangat baik dan minim ada gangguan jaringan sistem komputer.

“Sistemnya dari sebelumnya sudah kita sinkronkan supaya saat UNBK tidak ada masalah. Kemudian malamnya kita jagain dan kemudian paginya memang semuanya sudah oke,” ujar Ratiyono.

Untuk diketahui, UNBK SMK dan SMA telah dilaksanakan selama empat hari dalam waktu yang berbeda. SMK digelar 25 hingga 28 Maret 2019, dan 1, 2, 4, 8 April 2019 untuk pelaksanaan UNBK SMA.

Dinas Pendidikan DKI Jakarta sudah menyediakam posko-posko dan tim khusus saat pelaksanaan UNBK pertama yakni tingkat SMK digelar. Posko tersebut, bertugas untuk menangani permasalahan yang terjadi saat UNBK tersebut berlangsung.

“Posko itu, bukan posko pengaduan. Sebetulnya itu posko untuk mengatasi ketika ada trouble, posko yang ada di tingkat provinsi ada satu, yaitu di Dinas Pendidikan,” kata Ratiyono saat dikonfirmasi, Selasa 26 Maret lalu.

Menurutnya ada sejumlah posko yang disiapkan. Mulai dari satu posko tingkat Provinsi di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, 11 Posko tingkat wilayah, hingga beberapa posko di rayon-rayon.

“Jadi kalau ada masalah Tidak boleh dibetulin sendiri. Jadi panitia yang langsung meluncur ke sana. Jadi jangan di otak-atik sendiri karena itu bahaya,” tutupnya.

Lihat juga...