Dukungan Bantuan Alsintan Diharap Tingkatkan Produksi Pertanian
Editor: Makmun Hidayat
PESISIR SELATAN — Sejumlah kelompok tani di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, mendapat bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah pusat sebagai upaya mendorong peningkatan produksi pertanian tanaman pangan di daerah itu.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, mengatakan upaya peningkatan produktivitas hasil pertanian sangat perlu dukungan dari semua pihak termasuk pemerintah pusat. Artinya pemerintah tidak bisa lepas tangan, terkait kondisi pertanian.
“Salah satu sarana pendukung untuk meningkatkan produksi pertanian di Pesisir Selatan adalah bantuan alsintan ini. Tujuannya membantu para petani saat masa pra panen hingga pasca panen lebih mudah dan cepat,” ujarnya Senin (8/4/2019).

Selain itu, ia mendorong para petani untuk selalu berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengantisipasi kendala tanam karena musim yang sulit diprediksi, seperti musim kering atau serangan hama.
Bupati juga mengapresiasi keterlibatan unsur TNI dalam mendukung peningkatan produksi pertanian serta mengamankan distribusi pupuk yang menjadi komoditas pokok pertanian.
“Kami berharap pendampingan ini bisa terus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah pusat sudah menyiapkan sejumlah bantuan, baik alsintan, bibit yang produktif, termasuk program peningkatan insfrastruktur pertanian. Sehingga keterlibatan lintas sektor ini akan membantu para petani bisa sejahtera kedepannya,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Pesisir Selatan, Nuzirwan menjelaskan, bantuan alat mesin pertanian (alsintan) yang diserahkan oleh pusat adalah senilai Rp529.900.000 yang terdiri dari traktor roda dua sebanyak 10 unit, cultivator sebanyak 5 unit, pompa air sebanyak 10 unit, hand sprayer elektric sebanyak 30 unit, kemudian power thresher sebanyak 5 unit untuk pasca panen.
Menurut dia, bantuan tersebut bakal dibagikan kepada 10 kelompok tani yang tersebar pada sejumlah kecamatan di Pesisir Selatan, yakni untuk pra panen adalah traktor roda dua untuk Poktan Sawah Tengah, Nagari Taluak Tigo Sakato, Kecamatan Batangkapas, Poktan Sawah Jambak, Nagari Taluak Tigo Sakato, Kacamata Batangkapas, Poktan Kapalo Koto, Nagari Tuik, Kecamatan Batangkapas.
Selanjutnya bantuan pompa air kepada, Poktan Ranau Indah, Nagari Taratak Tangah Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Poktan Gadih Basanai, Nagari IV Koto Mudiek, Kecamatan Batangkapas, Poktan Taman Jaya, Nagari Sungai Nyalo, Kecamatan Batangkapas.
Lalu untuk bantuan cultivator kepada Poktan Tabek Saiyo, Nagari Koto Nan III Selatan, Kecamatan Sutera, Poktan Harapan Tani, Nagari Kambang Barat, Kecamatan Lengayang. Kemudian bantuan alat mesin pertanian pasca panen adalah power thresher untuk Poktan Sikabu Indah, Nagari Gunuang Bungkuak, Kecamatan IV Jurai, KWT Langsano, Nagari Koto VII, Kecamatan Ranah Pesisir.
“Bantuan ini sangat membantu para petani dalam mengolah lahan mereka menjadi lebih praktis dan bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan menggunakan cara manual. Selain itu, juga mendorong kesejahteraan petani karena biaya produksi pertanian lebih irit,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya bantuan tersebut, maka Pemkab Pesisir Selatan terus berupaya menggenjot hasil produksi tani, seiring visi pemerintah pusat yang bakal menargetkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045.
Selain itu, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan, menyebutkan, pihaknya optimis target menjadi lumbung pangan dunia bakal terwujud dikarenakan berbagai produksi komoditas pertanian Indonesia telah meningkat secara bertahap.
“Khusus Kabupaten Pesisir Selatan, anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat tahun ini adalah sekitar Rp2,3 miliar. Angka ini naik dari tahun sebelumnya yang hanya Rp2,1 miliar,” ujarnya.
Ia menyebutkan, Indonesia memiliki lahan yang sangat luas untuk mencetak sektor pertanian yang positif. Namun, hal itu terus dihadapkan dengan sejumlah persoalan yang mengancam ketahanan pangan Indonesia. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan lahan produktif, hama penyakit, hingga terbatasnya petani profesional yang dapat mempengaruhi hasil dan kualitas panen.
“Hingga kini pemerintah pusat terus berupaya memfasilitasi para petani agar kedepannya mereka semangat mengolah lahan dan melakukan budidaya. Selain itu, harapan kami bagaimana masyarakat Indonesia tak sekadar menjadi petani tradisional saja, namun bisa menjadi petani yang modern dengan sistem mekanisme yang ada,” katanya.
Riduan berharap, dinas terkait melalui petugas penyuluh lapangan (PPL) memberikan pengetahuan kepada petani terkait pengoperasian sejumlah alat mesin pertanian sebagai solusi untuk hasil panen yang lebih maksimal pada wilayah kerja masing-masing.
“Jadi, dengan penggunaan berbagai teknologi pertanian yang kami salurkan saat ini, maka kami yakin petani di Kabupaten Pesisir Selatan dapat terus meningkatkan hasil produksi pangan kedepannya,” tuturnya.
Di sisi lain, terkait anjloknya sejumlah harga komoditas seperti sawit, karet dan sebagainya, pihaknya bakal melakukan peremajaan (replanting) pada tanaman masyarakat yang sudah tua dan menggantinya dengan bibit baru agar lebih produktif.
“Untuk 2019 ini, secara skala nasional replanting akan kami upayakan pada lahan seluas 1 juta hektare disejumlah daerah. Sedangkan pada 2018 kemarin ada sekitar 700 ribu hektare,” ucapnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat agar lebih memperhatikan kualitas buah dan rantai pasok harus difokuskan ditingkat petani agar tidak jauh beda dengan harga tangkulak ataupun pedagang. “Untuk bapak-bapak ketahui, saat ini produksi karet kita rangking satu di dunia,” tambahnya.
Ia menegaskan, kedepan bantuan yang sudah disalurkan tersebut agar tepat sasaran sehingga dapat dimanfaatkan petani secara maksimal sesuai peruntukkannya.
“Dan ini perlu di catat bahwa bantuan alat pertanian ini adalah gratis, tidak ada pungutan satu rupiah pun. Jika bapak-bapak menemukan ada semacam pungutan, silahkan laporkan kepihak kami atau polres setempat, nanti akan diproses secara hukum. Sebab, sudah banyak yang jadi tersangka gara gara menyalahgunakan fasilitas pemerintah ini,” katanya mengakhiri.