Dugaan Kartel Tiket Pesawat, KPPU Cari Bukti
Editor: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) tengah meneliti beberapa kasus yaitu dugaan penetapan harga tiket pesawat, dan dugaan rangkap jabatan Garuda dan Sriwijaya. Pasalnya, terkait kasus kenaikan harga tiket pesawat, pihak KPPU masih mengumpulkan dua alat bukti dan kini masih dalam tahap penyelidikan.
Hal itu ditegaskan komisioner sekaligus Juru Bicara KPPU, Guntur Syahputra Saragih, saat memberikan keterangan di Balikpapan, Selasa (9/4/2019).

Menurutnya, investigator KPPU saat ini dalam proses mencari dua alat bukti. Rencananya pekan depan, investigator akan memaparkan kepada rapat komisi untuk melihat penemuan alat bukti sudah pasti atau belum.
“Sudah masuk dalam penyelidikan yang bagasi pesawat. Itu inisiatif kita tahapan penelitian dulu, setelah dianggap memenuhi indikasi yang kuat kita lanjutkan ke penyelidikan,” ungkapnya.
Guntur menjelaskan, sudah ada beberapa pelaku usaha yang dipanggil untuk dilakukan investigasi. “Kita masih menunggu hasil investigasi. Kita tidak bisa judge tapi harus memenuhi proses penegakan hukum,” tegas Guntur.
Untuk mengetahui hasilnya masih membutuhkan beberapa alat bukti sehingga pihaknya masih menunggu paparan investigator KPPU apakah nantinya berkas naik ke tingkat penyidikan atau masih membutuhkan waktu atau kasusnya dihentikan.
“Dalam persoalan ini Kementerian Perhubungan tidak terkait dengan dugaan penetapan harga. Maka kami masih tunggu dua alat bukti,” tandasnya.
Guntur menambahkan, investigator KPPU sudah memanggil pihak terkait termasuk airline untuk mendukung alat bukti.
“KPPU juga sudah meminta penjelasan dari kementerian perhubungan. Dari situ dijelaskan bahwa kemenhub tidak terkait dengan penetapan harga bersama,” tambahnya.