Cuaca Buruk, Pelayaran di Bakauheni Tersendat

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang di Pelabuhan Bakauheni mengganggu jadwal pelayaran kapal.

Akibat cuaca buruk, sejumlah kapal roro (roll on roll off),  mengalami keterlambatan hampir satu jam. Penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat, harus menunggu lebih dari dua jam di pelabuhan.

Hasan Lessy, General Manager PT.ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni – Foto Henk Widi

Tujuh dermaga sempat tidak beroperasi selama dua jam, akibat cuaca buruk. Hasan Lessy, General Manajer PT. Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Cabang Bakauheni menyebut, molornya waktu pelayanan diakibatkan kapal dari Pelabuhan Merak harus menunggu kondisi cuaca membaik untuk bisa bersandar.

Melalui monitor di Ship Traffic Control (STC), terpantau sejumlah kapal berhenti di alur masuk, yang berada di sekitar Pulau Rimau Balak.  Melihat cuaca yang tidak bersahabat, ASDP mengimbau nahkoda untuk waspada. Saat ini, jarak pandang di perairan hanya mencapai 2 mil. Dan PT. ASDP Indonesia Ferry telah menyiapkan kapal tunda (tugboat), mengantisipasi terjadinya kapal gagal sandar saat olah gerak di dermaga.

“Sesuai dengan kondisi cuaca yang tidak bersahabat jadwal pelayanan pelayaran dimundurkan untuk faktor keselamatan, terutama bagi kapal yang akan sandar, kepada pengguna jasa kami imbau juga agar bersabar saat kondisi cuaca buruk,” terang Hasan Lessy, kepada Cendana News, Jumat (26/4/2019) malam.

Akibat cuaca buruk, PT. ASDP Indonesia Ferry hanya mengoperasikan sekitar 30 kapal roro. 27 kapal di dermaga reguler diantaranya dermaga 1 hingga dermaga 6. Sementara khusus untuk dermaga 7 atau dermaga eksekutif, hanya dioperasikan tiga kapal. Pada kondisi normal, kapal yang dioperasikan mencapai 35 unit. Kapal yang dioperasikan merupakan kapal berukuran besar.

Dedi Irawan, salah satu calon penumpang kapal menunggu di gangway akibat cuaca buruk – Foto Henk Widi

Molornya jadwal pelayanan pelayaran tersebut membuat sejumlah calon penumpang pejalan kharus aki menunggu di loby penjualan tiket. Dedi Irawan, salah satu calon penumpang asal Kalianda, yang akan menuju ke Jawa Barat mengaku sudah menunggu selama empat jam.

Waktu menunggu tersebut dihitung setelah membeli tiket elektronik, hingga menuju gangway. Meski sudah membeli tiket, Dedi Irawan belum bisa naik ke kapal karena Kapal Trimas Laila, yang akan sandar masih berhenti di sekitaran Pulau Rimau Balak. Meski mengeluh, Dedi Irawan tetap memilih menunggu kapal di gangway.  Keterlambatan jadwal kapal akibat cuaca buruk karena mempertimbangkan faktor keselamatan.

Sementara itu, penumpang yang menunggu di ruang tunggu mengeluhkan atap ruang tunggu yang bocor. Hujan deras yang melanda Pelabuhan Bakauheni, juga mengakibatkan ruang pembelian tiket bocor.

Lihat juga...