Anies Cek Langsung Pelaksanaan PMT-AS
Editor: Mahadeva
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meninjnau langsung pelaksanaan program Penyediaan Makanan Tambahan Anak Sekolah (PMT-AS), Jumat (5/4/2019). Pemantauan dilakukan di SDN Kedaung Kali Angke 03 dan 08 Pagi, di Cengkareng, Jakarta Barat.
“Kita datang untuk meninjau pelaksanaan program ini. Kita dorong program dapat berjalan dengan beberapa terobosan. Salah satunya adalah, variasi makanannya. Kalau dulu ada dua, sekarang 29 jenis,” kata Anies di sela-sela peninjauan.
Program tersebut bertujuan memberikan kecukupan asupan gizi bagi peserta didik. Meningkatkan ketahanan fisik siswa saat mengikuti kegiatan belajar, menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS). Serta meningkatkan partisipasi masyarakat langsung di lingkungan sekolah. “Kota ini, anak-anaknya harus mendapat asupan makanan sehat yang baik, sehingga gizi mereka tercukupi, dan mereka sehat secara jasmani untuk mengikuti segala kegiatan belajar,” ujarnya.
Program PMT-AS di 2019 disebut Anies berbeda dari sebelumnya. Di PMT-AS kali ini, makanan disiapkan langsung oleh para orang tua peserta didik. Sehingga kebersihan dan dan kualitasnya bisa lebih terjaga. Pada pelaksanaan sebelumnya, makanan disiapkan oleh pabrik. Hal itu menjadikan, dibutuhkannya waktu dalam untuk mendapatkan respon jika ada keluhan.
“Ini bukan dibeli dari pabrik-pabrik. Makanannya dimasak oleh para orang tua, sehingga orang tua ini jika memasak menyadari bahwa makanan ini untuk anaknya sendiri. Sehingga kalau ada keluhan, keluhannya cepat ditangani,” tandasnya.
Sebanyak 29 varian menu tersebut, secara bergantian diberikan sesuai penjadwalan yang telah ditetapkan. Menu yang disajikan, berdasarkan rekomendasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, yang terdiri dari jenis makanan sehat, bergizi, beragam, berimbang, dan aman untuk dikonsumsi oleh siswa.
“Dari segi pengemasan, penyajian, dan pendistribusiannya pun dipantau oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tahun ini juga merupakan pertama kalinya PMT-AS dilaksanakan secara swakelola oleh komite sekolah yang terdiri dari orangtua siswa dan masyarakat sekitar sekolah,” terangnya.
Saat ini, ada sekira 144.722 peserta didik di Jakarta yang menikmati program tersebut. Ditargetkan programnya bisa menjangkau semua wilayah, khususnya yang memiliki perkampungan dengan klasifikasi masyarakat miskin. Sasaran dari program tersebut meliputi, Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Negeri (SPAUDN), Sekolah Dasar Negeri (SDN), dan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN), yang ada di 53 kelurahan.
Kegiatannya masuk dalam program Penataan Kampung yang ditetapkan dalam Peraturan Gubernur No.90/2018, tentang Peningkatan Kualitas Pemukiman dalam Rangka Penataan Kawasan Pemukiman Terpadu dan Keputusan Gubernur No.878/2018, tentang Gugus Tugas Pelaksanaan Penataan Kampung dan Masyarakat. “Kita berharap semoga bisa menjangkau seluruh kelurahan, khususnya yang masuk kategori kampung klasifikasi masyarakat kurang mampu,” tandasnya.
PMT-AS dilakukan sejak 2018 lalu, dengan anggaran Rp 324.889.559.200. Jumlah sekolah yang menerima program terdiri 459 lokasi, terdiri dari 375 sekolah SD dengan 137.718 siswa, 75 sekolah TKN dan TPAN dengan 5.304 siswa, dan sembilan SLB dengan 1.700 siswa. Alokasi anggaran untuk setiap peserta didik per hari sebesar Rp10.890, yang diberikan selama hari efektif sekolah.