Tiga Korban Longsor Peti Bakan Dievakuasi SAR Gabungan
MANADO — Tim SAR gabungan kembali mengevakuasi tiga korban longsor di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) Desa Bakan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Selasa pagi.
“Pagi hari ini ada tiga korban yang dievakuasi,” kata Kepala Seksi Tanggap Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bolaang Mongondow Abdul Muin Paputungan di Bolaang Mongondow, Selasa (5/3/2019).
Setelah dievakuasi, ketiga kantong jenazah tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Kotamobagu untuk diidentifikasi Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Muin mengatakan proses evakuasi menjadi lebih mudah, tidak lagi menggunakan lubang yang berada di sisi atas.
Saat ini, lubang di bagian atas sudah menyatu dengan lubang yang digali di bagian sisi, dekat pintu utama, yang menjadi akses penambang masuk terowongan untuk mengambil batu yang mengandung emas.
Evakuasi, lanjut dia, terus dilakukan tanpa henti oleh tim SAR gabungan. Mereka mencari penambang yang masih tertimbun material pascalongsor.
Diperkirakan puluhan penambang emas masih berada dalam lubang pascalongsor yang terjadi pada Selasa (28/2) pukul 21.10 Wita.
Kronologi kejadian, saat berlangsung aktivitas mereka menambang emas ilegal Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow itu, tiba-tiba tiang dan papan penyangga lubang galian patah akibat kondisi tanah yang labil serta banyaknya lubang galian tambang.
Hingga Jumat (1/3) pukul 12.00 Wita atau hari kelima proses evakuasi, korban meninggal dunia tercatat delapan orang dan 20 orang dinyatakan selamat.
Bila ditotal dengan evakuasi pada Senin (4/3) tercatat dua korban dan Selasa, pukul 9.00 Wita, tercatat tiga korban, jumlah penambang meninggal 13 orang, sedangkan 20 orang lainnya dinyatakan selamat. [Ant]