Sudah 1.000 Kasus Ebola Muncul di Kongo
DAKAR – Wabah Ebola di Kongo telah meningkat mencapai 1.000 kasus. Senin (25/3/2019), Kementerian Kesehatan setempat menyebut, jumlah korban meninggal sudah mencapai 629 orang.
Jumlah itu menjadi angka korban meninggal peringkat kedua terbanyak di dunia, sejak penyakit tersebut mewabah. Para pekerja kesehatan telah menyiapkan mekanisme lebih baik, untuk menangani peningkatan wabah penyakit yang menyebabkan muntaber dan perdarahan tersebut.
Lebih separuh jumlah orang yang terjangkiti, ditangani dengan mekanisme yang lebih baik. Teknologi baru telah diterapkan, seperti vaksin, percobaan mobil masa depan berbentuk tabung untuk merawat pasien. Semuanya telah sangat membantu mengendalikan penyebaran virus.
Namun ketidak-percayaan masyarakat, dan ketidakpastian yang merajalela di bagian timur Republik Demokrasi Kongo, tempat Ebola menyebar, telah menghambat tanggapan. Hal itu membingungkan upaya perlawanannya. Lima pusat wabah Ebola telah mendapat serangan sejak bulan lalu, kadang oleh tentara bayaran. Dana amal kesehatan pimpinan organisasi Prancis, Dokter Tanpa Batas (MSF), menangguhkan kegiatan di pusat wabah pada bulan lalu.
Alhasil, wabah Ebola saat ini menjadi serangan mematikan yang kedua dalam sejarah, setelah kejadian di 2013 hingga 2016 di Afrika Barat. Saat itu wabah diyakini telah menewaskan lebih dari 11.000 orang. “Secara keseluruhan kini ada 1.009 kasus. Tanggapan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan mitra-mitranya, sangat terbatas karena penyebaran geografi yang luas,” demikian pernyataan kementerian kesehatan setempat. (Ant)