Ratusan Umat Hindu di Malang Laksanakan Ngembak Gheni

Editor: Satmoko Budi Santoso

MALANG – Usai kemarin melakukan penyepian selama sehari penuh, ratusan umat Hindu di Malang hari ini melaksanakan Ngembak Geni dan Dharma Shanti di Candi Badut sebagai rangkaian akhir dari hari raya Nyepi.

Ketua pengurus harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) kota Malang, Putu Moda Arsana, mengatakan, inti dari pelaksanaan upacara Nyepi sebenarnya adalah pengendalian indria. Pengendalian indria tersebut nampak dari pengendalian pikiran, pengendalian perkataan, dan pengendalian perilaku.

“Hari raya nyepi memperingatkan kita untuk dapat mengendalikan tiga hal tersebut. Hanya saja terkadang, hal tersebut lebih mudah untuk diucapkan, sedangkan jika dipraktikkan cukup sulit. Sehingga masih banyak kita temukan sekarang masalah-masalah di luar kendali,” ujarnya, Jumat (8/3/2019).

Apalagi, lanjutnya, sekarang media sosial sangat mudah menjangkau lapisan atas sampai bawah, sehingga semakin sulit dikendalikan.

Oleh karena itu, menurut Putu, sebenarnya dalam agama Hindu sudah diberikan cara pengendalian pikiran, perkataan dan perilaku. Caranya melalui catur marga di antaranya adalah Yoga Marga yakni mengendalikan pikiran dengan melakukan tapa yoga semadi.

“Di dalam rangkaian upacara Nyepi kemarin, seharusnya kita melakukan tapa yoga semadi dengan tidak melakukan empat hal, yakni tidak menghidupkan amarah (amati gheni), tidak melalukan kegiatan kerja jasmani (amati karya), tidak bepergian (amati lelungaan), dan tidak mengobarkan kesenangan (amati lelanguan),” terangnya.

Kemudian, selanjutnya, melalui bhakti marga yakni berbakti kepada Sang Hyang Widi. Seperti yang dilakukan umat Hindu saat ini dengan melakukan ibah di Candi Badut.

Sementara itu, Walikota Malang, Sutiaji, dalam sambutannya menyampaikan, hari raya Nyepi memiliki filosofi yang sangat luar biasa. Dimana kehidupan tidak pernah terlepas dari gesekan angkara murka yang membuat orang lupa pada kendali diri.

Wali Kota Malang, Sutiaji, saat menghadiri acara Ngembak Gheni di Candi Badut – Foto: Agus Nurchaliq

“Kami mengapresiasi penuh pada umat Hindu dimana kita tidak pernah mendengar pertengkaran umat Hindu dengan umat agama lain. Hal tersebut perlu dicontoh karena sebagai warga negara kita harus menghormati masing-masing agama,” ucapnya.

Laporan dari FKUB Provinsi juga menyebutkan bahwa toleransi umat beragama di Malang sangat baik dan tidak pernah ada masalah.

“Selain itu, hari raya Nyepi juga sebagai sarana introspeksi diri dalam pengendalian nafsu. Nafsu itu penting tapi harus dikuasai oleh hati yang suci,” pungkasnya.

Lihat juga...