Pokdarwis Diminta Kelola Destinasi Wisata Dengan Baik

Editor: Mahadeva

LAMPUNG – Bangkitnya aktivitas pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan pascatsunami Sabtu (22/12/2018) direspon positif Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) setempat.

Dra.Ike Sumartati Yuliasari,M.IP, Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Sekertaris Disparbud Lampung Selatan, Dra. Ike Sumartati Yuliasari, M.IP, menyebut, potensi pariwisata di daerahnya sangat banyak. Mulai dari wisata alam pegunungan maupun bahari. Selain atraksi wisata alam, pesona wisata budaya dan keramahan masyarakat, masih menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung.

Meski memiliki potensi wisata menarik, destinasi wisata yang ada dinilai belum terkelola dengan baik. Hanya sebagian destinasi wisata, yang masyarakatnya saat ini sudah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Hingga 2019, dari potensi wisata yang dimiliki Lampung Selatan, saat ini baru ada 28 Pokdarwis yang sudah memiliki legalitas, yaitu dasar hukum berupa akta notaris dan Surat Keputusan (SK) Bupati Lampung Selatan.

Pascatsunami, berbagai upaya untuk membangkitkan pariwisata sudah dilakukan. “Pokdarwis terus dilatih untuk memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Agar wisatawan nyaman, dan pengelola wisata mendapat pendapatan, perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata terangkat,”terang Ike, Rabu (20/3/2019).

Kemampuan yang harus dikuasai pengurus Pokdarwis diantaranya, mengenai struktur organisasi dan pelayanan. Dan pengurus Pokdarwis mendapat pelatihan manajemen pengelolaan destinasi wisata, strategi pengembangan dan promosi destinasi pariwisata, administrasi pengelolaan destinasi pariwisata.

Zakaria Anwar, anggota Komunitas Putera Krakatau serta aktivis Smile Train pembicara pada Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata di Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Zakaria Anwar, anggota Komunitas Putera Krakatau serta aktivis Smile Train menyebut, kehadiran Pokdarwis di Lampung Selatan butuh waktu lama. Di 2013, Pokdarwis di daerah tersebut baru berjumlah 12. Di 2016 bertambah menjadi 20. Dan di 2019 jumlahnya bertambah menjadi 28. Dari catatannya, sejumlah Pokdarwis belum memiliki administrasi pengelolaan dengan baik.

Melalui pelatihan administrasi pengelolaan destinasi pariwisata, Zakaria Anwar mengajak pengurus Pokdarwis mengetahui kelemahan dan peluang setiap destinasi. Setiap SDM yang dimiliki Pokdarwis harus memiliki strategi kemitraan, baik dengan pemerintah maupun swasta.

Mukhlisin, Ketua Pokdarwis Air Terjun Way Kalam menyebut, destinasi wisata tirta air terjun di daerahnya terus dikembangkan. Pokdarwis objek wisata di kaki Gunung Rajabasa tersebut, mengikuti pelatihan tata kelola destinasi pariwisata yang digelar oleh Disparbud Lamsel. Mukhlisin menyebut, Pokdarwis di Lampung Selatan harus saling bersinergi. Setiap Pokdarwis bisa mendukung satu sama lain, untuk membantu terbentuknya sistem pengelolaan yang baik.

Lihat juga...