Pelajar Miliki Peran Penting pada Mitigasi Bencana

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. Agus Dermawan menyebutkan, peran serta pelajar sangat penting untuk mitigasi bencana.

Sesuai data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada bencana tsunami Selat Sunda 22 Desember 2018 tercatat lebih dari 400 orang meninggal dunia, 14.000 orang luka luka dan 40.000 orang mengungsi.

“Pelajar yang menjadi generasi milenial saat ini memiliki kelebihan dalam akses informasi berkaitan bencana. Di antaranya melalui media sosial youtube, Instagram,” beber Ir.Agus Dermawan di Lampung, Kamis (14/3/2019).

Ilmu yang diperoleh harus ditularkan kepada masyarakat serta lingkungan sekolah. Seperti kepedulian terhadap lingkungan, mencegah kerusakan laut dengan meminimalisir sampah.

Ditambahkan Toga Mahaji, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, peran serta pelajar dalam mengubah cara pandang (mindset) pengelolaan sampah sangat penting. Selama ini masyarakat menganggap laut adalah keranjang sampah yang besar sampah. Padahal dampak membuang ke laut bisa merusak biota dan mengganggu kesehatan manusia.

“Belum terlambat mengedukasi pelajar untuk memelihara kebersihan laut,” beber Toga Mahaji.

Jambore Pesisir
Ir. Agus Dermawan (kiri) Toga Mahaji. Foto: Henk Widi
Sukadi, M. S. Spd, Pelaksana harian Kwartir Cabang Lamsel menyebutkan, Jambore Pesisir menjadi salah satu upaya menyosialisasikan mitigasi bencana tsunami. 400 anggota Pramuka dari 6 kecamatan yang berada di pesisir pantai Lamsel dan 2 kecamatan di Provinsi Banten dilibatkan.

“Peran siswa sekolah sangat penting untuk menularkan ilmu mitigasi bencana kepada masyarakat,” sebutnya.

Sukadi M.S.Spd menyebutkan, kegiatan Jambore Pesisir dipilih bagi siswa kelas X dan XI yang sedang berlibur sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar di sekolah. Melalui keterlibatan, generasi muda akan memiliki pengetahuan untuk mitigasi bencana yang bisa disampaikan kepada masyarakat.

Anggota Pramuka yang dilibatkan di antaranya dari SMA Kalianda, SMA Sidomulyo, SMA Rajabasa, SMA Bakauhen.

Cindy, salah satu pelajar kelas XI SMA Kalianda anggota Pramuka Kwartir Ranting Kalianda menyebutkan, Jambore Pesisir sangat bermanfaat. Anggota Saka Wira Kartika tersebut juga mengaku senang bisa berdiskusi dengan ratusan anggota Pramuka lain dari seluruh Lamsel dan Kabupaten Pandeglang yang terdampak tsunami.

Lihat juga...