Pascapenembakan di Utrecht, KBRI Imbau WNI Waspada
JAKARTA – Kedutaan Besar Republik Indonesia Den Haag mengimbau, seluruh WNI di Belanda senantiasa waspada.Hal itu menyikapi aksi penembakan yang terjadi disebuah trem di Utrecht.
Para WNI di Belanda, diminta selalu memantau perkembangan situasi keamanan di wilayah tempat tinggal, atau kerja masing-masing. WNI di Belanda juga diimbau untuk menghindari kerumunan massa, dan dan daerah-daerah yang menjadi konsentrasi kegiatan massa. “Apabila tidak terdapat kepentingan, dimohon agar tidak meninggalkan rumah,” demikian imbauan dari KBRI Den Haag, Senin (18/3/2019).
WNI diharapkan tetap mematuhi hukum yang berlaku dan instruksi aparat keamanan setempat. KBRI Den Haag menyediakan saluran telepon darurat di nomor +31 6 28860509 dan alamat surat elektronik bidkons@indonesia.nl untuk WNI yang ingin melaporkan sesuatu. Insiden penembakan tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan beberapa orang terluka.
Kepolisian Belanda telah mengeluarkan foto terduga pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran. Terduga pelaku penembakan diidentifikasi sebagai Gokman Tanis (37), seorang pria kelahiran Turki. Masyarakat setempat diminta melaporkan jika mengetahui keberadaan pria itu.
Duta Besar RI untuk Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, menyatakan, sejauh ini tidak ada WNI menjadi korban peristiwa penembakan di trem di Utrecht, pada Senin (18/3/2019) tersebut. “Sejauh ini belum ada laporan WNI menjadi korban. Kami juga bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Utrecht untuk mengumpulkan data WNI,” kata Dubes Puja.
Koordinator Antiterorisme Belanda (NCTV), Pieter-Jaap Aalbersberg, mengatakan, semua upaya sekarang difokuskan untuk menangkap pria bersenjata tersebut. Dia juga mengatakan mungkin ada lebih dari satu pelaku.
Tingkat keamanan telah dinaikkan sementara ke titik tertinggi di provinsi Utrecht. Universitas Utrecht dilaporkan telah menutup semua gedung, tanpa ada yang diizinkan masuk atau keluar. Kereta api juga tidak diizinkan berjalan ke stasiun Utrecht Central, dan masjid-masjid di seluruh kota dilaporkan telah ditutup karena masalah keamanan.
Polisi bersenjata dilaporkan berkumpul di luar sebuah rumah di sebuah jalan dekat persimpangan 24 Oktoberplein, tempat serangan trem terjadi. Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan Dia sangat prihatin atas insiden tersebut. PM Rutte mulai mengadakan pertemuan dengan tim krisis nasional yg terdiri dari para menteri dan kepolisian untuk membicarakan langkah-langkah penanggulan krisis ini. (Ant)