Langkat Targetkan Penanaman Palawija
LANGKAT – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, menargetkan penanaman jagung seluas 25.972 hektare hingga akhir Desember 2019.
“Saat ini, sudah terealisasi 1.450 hektare atau 5,58 persen,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Nasiruddin, di Stabat, Senin (25/3/2019).
Nasiruddin menjelaskan, instansinya terus mendorong para petani, khususnya di Kecamatan Sei Bingei, Kecamatan Sirapit, Kecamatan Secanggang, Kecamatan Stabat, dan Kecamatan Hinai, untuk terus menanam jagung, karena kawasan itu merupakan sentra jagung di daerah itu.
“Dari realisasi penanaman itu, petani jagung juga panen seluas 1.270 hektare, tentu ini menjadi pendorong untuk mewujudkan ketahanan pangan,” katanya.
Selain jagung, instansinya juga mendorong petani untuk menanam hortikultura, palawija dan sayuran, dengan target yang sudah ditentukan, yaitu tanaman kedelai seluas 3.085 hektare, kacang tanah 935 hektare, kacang hijau 1.377 hektare, ubi kayu 9959 hektare.
Kemudian ubi jalar 470 hektare, cabai 706 hektare, kacang panjang 702 hektare, terong 386 hektare, tomat 69 hektare, ketimun 441 hektare, semangka 879 hektare dan bayam 164 hektare.
“Target tanam yang tertinggi persentasenya adalah bayam, seluas 37,80 persen atau 62 hektare, lalu kacang hijau 28,90 persen atau 398 hektare dan kacang tanah 23,42 persen atau 219 hektare,” katanya. (Ant)