“Kalau 32 ton dikalikan dengan harga jual Rp5 ribu per kilogram, kita sudah mengantongi uang sekitar Rp160 juta. Sekali panen modal sudah kembali,” ungkapnya.
"Saat ini, sudah terealisasi 1.450 hektare atau 5,58 persen," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Langkat, Nasiruddin, di Stabat, Senin (25/3/2019).