Korban Longsor di Mamuju Menolak Dipulangkan

Longsor, ilustrasi -Dok: CDN

MAMUJU – Warga yang mengungsi di Kantor Lurah Bebanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menolak dipulangkan ke Lingkungan Sama, tempat tinggal semula. Mereka masih trauma dan takut terjadi longsor di kawasan itu. Dilaporkan dari Mamuju Sabtu (9/3/2019) sore, puluhan warga Lingkungan Sama, masih bertahan di Kantor Lurah Bebanga Kecamatan Kalukku.

Warga yang didominasi anak-anak dan perempuan, terlihat menempati areal Kantor Lurah Bebanga dengan menggunakan alas seadanya. Beberapa warga yang ditemui mengaku, takut pulang ke rumah. Mereka khawatir akan terjadi longsor susulan, karena perbukitan di kawasan Lingkungan Sama mengalami keretakan.

“Tadi pak Lurah menyampaikan bahwa kami akan dipulangkan besok (Minggu, 10/3/2019) tetapi kami tidak mau kembali ke sana (kawasan Lingkungan sama) karena khawatir akan terjadi longsor, sebab bukit yang mengelilingi kampung kami banyak yang retak,” kata salah seorang warga Lingkungan Sama, Hadaniah.

Warga, hanya bisa pasrah jika harus dipulangkan ke rumah mereka di Lingkungan Sama. “Kami berharap bisa direlokasi tidak jauh dari lokasi itu, sebab untuk kembali ke rumah, kami takut. Sejak banjir bandang Kamis (28/2/2019) warga trauma dan langsung panik jika terjadi hujan,” ucapnya.

Warga lainnya, Suardi, juga mengaku tidak mau kembali ke rumahnya di Lingkungan Sama. Dia khawatir sewaktu-waktu terjadi longsor. “Saat banjir bandang terjadi, ada lima rumah warga yang hilang terseret. Apalagi saat ini ada retakan di kawasan perbukitan sehingga kami takut kembali lagi,” tutur Suwardi, yang juga merupakan guru di SD Sama.

Ia mengatakan, aktivitas belajar mengajar di SD Sama diliburkan, hingga batas waktu yang belum dipastikan. “Ada 63 murid di SD Sama, dan sejak banjir bandang minggu lalu sampai hari ini, aktivitas belajar mengajar diliburkan. Kami sudah berkoordinasi dengan lurah untuk mencari tempat sementara di Kantor Lurah ini, sebagai tempat belajar sementara anak-anak,” ujar Suardi.

Sementara itu, salah seorang petugas medis mengatakan, sejak Jumat (8/3/2019) sudah 35 warga yang mengeluh sakit ke posko kesehatan. Bahkan, seorang balita berusia satu tahun dirujuk ke rumah sakit Mamuju karena menderita diare. “Sejak kemarin, sudah 35 warga, umumnya anak-anak mengeluh sakit. Warga mengungsi umumnya menderita demam dan diare,” kata petugas medis tersebut.

Kepala Dinas Sosial Mamuju, Lutfi Muis, mengatakan, akan memulangkan warga yang mengungsi ke rumah mereka masing-masing pada Minggu (10/2/2019). Pemulangan warga dilakukan, karena masa tanggap darurat selama tiga hari sudah berakhir.

“Dari hasil pertemuan, kami sudah sepakat bersama Lurah dan tokoh masyarakatnya, dan mereka juga sudah tahu bahwa besok siang (Minggu) itu berakhir. Langkah-langkah kami ambil tetap memulangkan mereka terserah mau ke rumahnya atau kekeluargaannya, yang jelas untuk dapur umum kami tutup besok.” Kata Lutfi Muis.

Terkait permintaan 273 warga atau 65 Kepala Keluarga yang mengungsi untuk relokasi, Dia mengatakan akan segera menyampaikan hal itu kepada Bupati Mamuju. “Memang ada permintaan dipindahkan, dan warga berharap kami menyampaikannya kepada bupati sebagai pengambil kebijakan,” pungkas Lutfi Muis. (Ant)

Lihat juga...