Kemenag: Mustahil Pendidikan Agama Dihapus dari Kurikulum

Editor: Makmun Hidayat

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, terkait penghapusan pendidikan agama di sekolah, di Jakarta, Selasa (5/3/2019)1. - Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa tidak mungkin pendidikan agama dihapus dari kurikulum sekolah, apalagi madrasah.

Menurutnya di negara sekuler seperti Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat, bahkan pelajaran agama wajib di sekolah, baik di sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah (public schools). Apalagi di sekolah yang diselenggarakan oleh gereja (faith based schools).

“Apalagi di Indonesia, negara bangsa yang dikenal sangat religius, mustahil pelajaran agama dianggap tidak penting, dan akan dihilangkan,” kata Kamaruddin melalui pesan singkat diterima wartawan, di Jakarta, Selasa (5/3/2019).

Menurut Kamaruddin, dalam empat tahun terakhir, Ditjen Pendidikan Islam Kemenag justru terus berupaya meningkatkan akses dan mutu pendidikan agama dan keagamaan. Banyak program afirmatif yang dilakukan.

Keberadaan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) misalnya, sebagai madrasah unggulan terus dikembangkan hingga jumlahnya semakin banyak dan tersebar di berbagai provinsi.

“Pesantren Salafiyah dan Ma’had Aly (perguruan tinggi di pesantren) juga kita rekognisi dalam bentuk penyetaraan atau muadalah. Pemerintah juga siapkan RUU Pesantren untuk memberikan afirmasi dan rekognisi bahkan fasilitasi pada tradisi dan kekhasan keilmuan di pesantren,” tuturnya.

Dia melanjutkan, sarana prasarana pendidikan tinggi keagamaan Islam Negeri (PTKIN) maju pesat. 58 PTKIN, semuanya memiliki gedung perkuliahan baru.

Pada intinya, penguatan pendidikan agama dan keagamaan, kata Kamaruddin, telah banyak dilakukan Kemenag. Tidak hanya fisik, tetapi penguatan itu juga dilakukan pada aspek pengembangan SDM (beasiswa), kurikulum maupun penguatan proses belajar mengajar.

“Saya justru optimis, pendidikan agama ke depan di Indonesia akan semakin kuat dan berkualitas,” tandasnya.

Sebelumnya diberitahukan viral rekaman seorang ibu yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo akan menghilangkan pendidikan agama di sekolah.

Lihat juga...