Keluarga Difasilitasi Jenguk Korban Penembakan Selandia Baru

Editor: Mahadeva

PADANG – Kepedulian masyarakat dan pemerintah daerah di Sumatera Barat kepada keluarga Zulfirmansyah terus mengalir. Senin (18/3/2019), Pemprov Sumatra Barat memberikan bantuan kepada keluarga korban aksi teror penembakan di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, Selandia Baru tersebut.

Bantuan diserahkan kepada keluarga korban yang berada di Jalan Indah III Nomor G16 Kelurahan Lapai, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. “Kita perwakilan dari Pemprov Sumatera Barat, turut prihatin atas kejadian yang menimpa saudara Zulfirmansyah, maka kita doakan agar beliau segera pulih dan dapat kembali berkumpul dengan keluarga,” ujar Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setdaprov Sumatera Barat, Syaifullah, yang menyerahkan bantuan uang sebanyak Rp10 juta rupiah.

Kakak Zulfirmansyah, Yulierma mengungkapkan, adiknya Zulfirmansyah saat ini kondisinya terus membaik. Zul disebut-sebut, memiliki cita-cita mulia membangun masjid di Selandia Baru. “Cita-cita adik kami itu sangat mulia, ia ingin membangun masjid di situ. Makanya anaknya pun diberi nama Omar, agar kuat seperti sahabat Rasul, Sayyidina Umar,” tutur Yulierma saat menerima kunjungan perwakilan Pemprov Sumatera Barat.

Yulierma menyebut, adiknya berada di Selandia Baru dalam rangka merantau bersama istri dan keluarga. Di negara  tersebut, Zul mengenalkan ranah Minang melalui lukisan karyanya. “Sebagai seniman, beliau selalu ingin mengenalkan negaranya Indonesia, khususnya kampung halamannya Sumatera Barat lewat karya-karya yang dibuat,” tuturnya.

Yulierman menyebut, keluarga akan bertolak ke Selandia Baru untuk melihat kondisi Zul. “Kami berterimakasih atas semua pihak yang telah membantu Zulfirmansyah dan keluarga. Insyaallah, kami keluarga akan bertolak ke Selandia Baru melihat kondisi Zul,” tandasnya.

Sementara itu, Lembaga Kemanusiaan ACT Cabang Sumatera Barat, juga turut memberi bantuan. ACT memfasilitasi keberangkatan keluarga korban Zulfirmansyah ke Selandia Baru.  “Zulfirmansyah masih harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dan menjalani operasi kedua. Sementara Ro’es Omar, Alhamdulillah, sudah kembali ceria, walau tangan dan kakinya harus dibalut perban akibat luka tembakan,” ujar kakak lain dari Zulfirmansyah, Handra Yaspita.

Marketing Komunikasi ACT Sumatera Barat, Dana Kurnia, mengatakan, dari komunikasi yang dilakukan dua orang kakak kandung korban yaitu Handra dan Yuli akan berangkat ke Selandia Baru. Sementara kedua orang tua korban, menetap dirumah dikarenakan sudah sangat tua dan sakit, sehingga tidak bisa ikut berangkat ke Selandia Baru.

Lihat juga...