Indonesia-Australia Latihan SAR

Editor: Koko Triarko

BADUNG – Indonesia bekerja sama dengan Australia, menyelenggarakan latihan search and rescue (AUSINDO). Latihan ini guna meningkatkan kemampuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan RCC Australia, dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan Operasi SAR bersama yang terjadi di daerah perbatasan.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Didi Hamzar, mengatakan, latihan SAR antara dua negara tetangga ini sudah sering dilakukan, dan biasanya pemilihan tempatnya menyesuaikan dengan posisi wilayah yang berbatasan langsung dengan Australia. Pelatihan ini akan selama dua hari, sejak hari ini.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Didi Hamzar.-Foto: Sultan Anshori.

Menurutnya, tujuan dari latihan SAR Ausindo ini, di antaranya untuk melatih dan meningkatkan kemampuan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dan RCC Australia, dalam mengkoordinasikan dan mengendalikan Operasi SAR bersama yang terjadi di daerah perbatasan, melaksanakan prosedur yang telah disetujui bersama, dan meningkatkan kesiapan fasilitas dan komunikasi kedua negara.

“Melalui langkah demi langkah, diharapkan dapat memantapkan kesiapan dalam menangani kecelakaan pelayaran atau pun penerbangan, khususnya di perairan yang posisinya berbatasan antara Indonesia dan Australia. Kegiatan ini memiliki peranan penting untuk eksistensi Indonesia, terutama di bidang SAR,” ucap Didi Amzar Selasa, (26/3/2109).

Didi Amzar menambahkan, SAR merupakan tugas bersama yang harus dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinasi, sehingga tujuan misi SAR untuk menyelamatkan jiwa semaksimal mungkin dapat tercapai.

Ia menekankan langkah antisipasi yang harus dilakukan, mengingat Bali adalah salah satu tujuan pariwisata domestik maupun mancanegara.

“Sebagai tujuan pariwisata, tentunya akan meningkatkan arus transportasi hingga berdampak terhadap kerawanan terjadinya kecelakaan, yang harus diantisipasi dengan penyediaan layanan SAR memadai,” jelasnya.

Saat latihan SAR Ausindo hari kedua, akan disimulasikan penanganan kecelakaan di perairan, menurut skenario ada sebuah kapal bernama “Happy Ocean” berangkat dari Darwin menuju Nusa Penida, dengan POB 8 orang (Warga Negara Australia) yang memancarkan distress signal dan ditangkap oleh Australia RCC.

Berdasarkan laporan, diketahui kapal terkena badai petir dan mengalami kebocoran di ruang dek kapal, seluruh POB menggunakan Life Jacket dan meminta dievakuasi. Selanjutnya, informasi tersebut disampaikan kepada Basarnas Command Center (BCC).

Karena wilayah kejadian masuk dalam wilayah kerja dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, maka upaya penyelamatan ditindaklanjuti dengan melakukan aksi pengerahan personel dan Alut KN SAR Arjuna.

Tak hanya pengerahan dari kekuatan SAR laut, tim udara juga digerakkan menuju posisi kecelakaan kapal. RCC Australia menerbangakan Challenger Aircraft untuk melakukan pencarian melalui pantauan udara.

“Nantinya, seluruh rangkaian simulasi dapat langsung dipantau dari BCC yang berada di Kantor Basarnas Pusat, atau pun Kantor RCC Australia. Dengan teknologi live video streaming, kondisi real time di lokasi dapat dipantau di mana saja sesuai kebutuhan, dan tidak menutup kemungkinan teknologi itu akan digunakan saat operasi SAR yang sesungguhnya,” katanya.

Lihat juga...