Gubernur Akui Stasiun MRT-Transjakarta Belum Ramah Difabel

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui fasilitas di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) yang sudah terintegrasi dengan Halte TransJakarta, masih belum ramah bagi kaum disabilitas. Seperti di stasiun dan halte Bundaran Hotel Indonesia yang baru saja direvitalisasi. 

Anies mengakui, revitalisasi penghubung antara Stasiun MRT dan Halte TransJakarta di Bundaran HI yang sempat ditutup selama pembangunan MRT, belum dilengkapi dengan sarana bagi difabel.

“Nah, kita memang karena ini dibuat menjelang akhir, masih menggunakan tangga, jadi bagi penyandang disabililas itu harus menggunakan eskalator atau lift yang ada keluarnya di sisi sebelah timur, yang di sisi ini tidak bisa untuk penyandang disabilitas,” kata Anies, di Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (25/4/2019).

Anies menilai, kesalahan terjadi karena saat pembangunan desain stasiun dan halte tidak terintegrasi. Anies mengaku, tidak bisa mengubah desain pembangunan tersebut, karena sudah telanjur dijalankan.

“Ketika saya mulai bekerja (menjabat), saya tegaskan, bahwa semuanya harus terintegrasi, karena itulah kemudian dibangun, tapi sudah telanjur desainnya jadi seperti ini, karena itu kita miliki tangga sekarang,” kata Anies.

Anies mengatakan, kesalahan ini akan menjadi pembelajaran bagi Pemprov DKI Jakarta, dalam membangun integrasi antartransportasi. Menurut dia, perencanaan tidak bisa dilakukan secara terpisah.

“Tapi ,ini sekaligus menjadi pembelajaran, bahwa perencanaan tidak boleh sendiri-sendiri, perencanaan harus terintegrasi,” ucap Anies.

Dia menilai, sistem integrasi antarmoda transportasi juga memudahkan para penyandang disabilitas. Karena dapat menggunakan eskalator atau lift yang disediakan. Tentu hal ini sangat berbeda kondisi di halte Transjakarta pada umumnya.

Menurutnya, salah satu hal baru yang harus didorong adalah bukan sekadar pengelolaan moda transportasi yang baik, tetapi integrasi atau perpindahan antarmoda yang baik. Dan, salah satunya di halte Transjakarta dengan stasiun MRT Bunderan HI yang dibuat sebagai tempat pertama.

Karena itu, dia meminta, ke depan pengintegrasian MRT dan moda transportasi umum lainnya dapat dilakukan secara bersama-sama, dan memudahkan masyarakat.

“Kita berharap, di fase berikutnya semuanya sudah disiapkan untuk seluruh warga. Siapa pun mereka. Nah, konsep integrasi hari ini, kita rasakan bisa turun di stasiun MRT, langsung pindah ke TransJakarta. Sebaliknya, juga pengguna TransJajarta bisa langsung ke MRT,” jelasnya.

Lihat juga...