Dua Korban Tenggelam di Pelabuhan Fery Kewapante Belum Ditemukan

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Tim Gabungan hingga kini masih melakukan upaya pencarian dua korban tenggelam di kawasan Pelabuhan Fery Kewapante. Kondisi di dalam laut yang gelap, menjadi kendala tersendiri bagi tim penyelam.

“Hari kedua pencarian dua orang tenggalam ini, semua tergabung dan bersinergi, agar dua korban ini dapat ditemukan,” sebut Isran Anshari, SH., Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Maumere, Jumat (8/3/2019).

Menurut Isran, dirinya mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat dalam upaya pencarian kedua korban tenggelam, sehingga tim pencari bisa diberikan kemudahan.

Isran Anshari, SH., Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga SAR Maumere. -Foto: Ebed de Rosary

“Kita harus pahami, dalam proses pencarian ini ada beberapa prosedur, guna menjaga keselamatan tim pencarian,” katanya.

Ia juga mengatakan, jika hari ini, Jumat, merupakan hari kedua dalam proses pencarian korban tenggelam, tim sudah berupaya melakukan pencarian sejak pagi, jam 06.00 WITA, namun belum membuahkan hasil.

Dalam pencarian hari kedua, jelas Isran, tim melakukan penyelaman dan penyisiran baik di laut maupun di darat. Tim juga berkoordinasi dengan semua nelayan yang ada di pesisir wilayah Kabupaten Sikka, dan menyampaikan, bila menemukan atau melihat jenazah korban, untuk segera melaporkan ke posko di pelabuhan Fery Kewapante.

“Proses pencarian dimulai dari pagi pukul 06.00 WITA dan langsung menurunkan tiga perahu karet yang dilengkapi tim penyelam. Ada juga tim yang melakukan penyisiran di pesisir pantai, dan siang hari ada penambahan lagi personel dari Pol Air yang menurunkan empat perahu karet untuk membantu proses pencarian,” terangnya.

Isran berharap kepada pihak keluarga korban, untuk tetap bersabar dan berdoa, mudah-mudahan dapat diberikan kelacaran dalam proses pencarian.Tim pencarian akan bekerja semaksimal mungkin dalam menemukan kedua korban tersebut.

Linus Mintan, ayah korban atas nama Wiwin Miran, menyampaikan, kejadian ini merupakan musibah, dan keluarga berharap semoga tim yang sedang melakukan pencarian sejak kemarin sampai hari ini, bisa segera menemukan korban.

“Kejadian ini merupakan musibah, dan kami dari pihak keluarga berharap agar mayat anak saya bisa segera ditemukan. Kami selalu mendukung kerja tim dalam melakukan pencarian,” tuturnya.

Letda Laut (P) Sugiarko, dari Lanal Maumere, menyampaikan tim gabungan yang terdiri dari Lanal Maumere, Basarnas, Kodim, Polres, Pol Air, Tagana dan BPBD, akan berusaha semaksimal mungkin untuk mencari, walaupun gelombang dan jarak pandang sangat terbatas sekali di dalam laut.

“Kita menyelam dengan jarak pandang 30 centimeter, dan meraba-raba dengan menggunakan tangan, karena tidak bisa melihat. Harapannya untuk keluarga korban bisa membantu kami tim gabungan, dalam melakukan pencarian, agar korban bisa ditemukan,” harapnya.

Kedua korban tenggelam yang belum ditemukan tersebut-mandi di pantai Namangkewa di kawasan Pelabuhan Fery Kewapante, Kamis (7/3) pagi, sekitar pukul 09.30 WITA. Keduanya terseret arus yang deras disertai gelombang, akibat angin kencang yang datang tiba-tiba.

Kedua pemuda yang tenggelam tersebut, yakni Yakobus Imanuel alias Stefen (19), warga Wolontibang, Desa Namangkewa, Kecamatan Kewapante. Sedangkan seorang lainnya, Wiwin Marianto Mitan (22), mahasiwa yang beralamat di Nitakloang, Desa Kopong, Kecamatan Kewapante. Keduanya mandi bersama tiga rekan lainnya.

Lihat juga...