Distan Kewalahan Tanggapi Permintaan Eliminasi Anjing
MATARAM – Dinas Pertanian Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat kewalahan menanggapi permintaan eliminasi anjing liar di daerahnya. Permintaan meningkat karena masyarakat takut terkena wabah rabies.
“Dalam sehari, kita bisa menerima sampai tiga surat permohonan eliminasi anjing dari masyarakat,” kata Kepala Distan Kota Mataram, H Mutawalli, Sabtu (2/3/2019).
Dengan tingginya permintaan masyarakat tersebut, Dinas Pertanian melakukan eliminasi dengan menerapkan skala prioritas. Salah satu yang dipertimbangkan adalah, titik-titik yang betul-betul ramai, seperti di pasar. Selama ini, pasar menjadi titik kumpul anjing liar. Mereka mencari makanan dari sisa-sia aktivitas pasar.
“Namun, titik-titik yang dilaporkan masyarakat tetap kita pantau. Kalau kondisinya terbukti banyak anjing, tim kami akan melakukan eliminasi, tetapi kalau ajingnya hanya satu dua, kita prioritaskan yang lebih banyak,” katanya.
Mutawalli mencatat, masyarakat yang tergigit anjing hingga saat ini ada tujuh orang. Semuanya dinyatakan negatif rabies. Dalam upaya penanganan masyarakat yang tergigitan anjing, dilakukan observasi, baik terhadap anjing yang menggigit maupun warga yang tergigit.
Anjing yang menggigit, akan diberi tanda khusus, untuk memantau apakah terinfeksi rabies atau tidak. Jika dalam masa observasi seminggu hingga dua minggu, anjing itu mati maka bisa dinyatakan positif rabies. “Tapi sejauh ini, Alhamdulillah belum ada dan kita masih aman dari rabies,” tandasnya.
Namun demikian, program eliminasi Hewan Pembawa Rabies (HPR) yakni kucing, kera, dan terutama jenis anjing liar, aktif dilakukan sebulan sekali. “Tapi, setelah adanya kasus di Kabupaten Dompu, kegiatan eliminasi dalam sebulan ditingkatkan. Tadi (Jumat, 1/3/2019) malam, tim kami juga melakukan eliminasi,” katanya.
Sejak Januari kegiatan eliminasi anjing liar terus ditingkatkan. Apalagi indikasi anjing liar yang tertular rabies semakin banyak, sehingga perlu dilakukan penekanan untuk mengendalikan jumlahnya. Dalam satu kali kegiatan, jumlah anjing yang dieliminasi mencapai 10-20 ekor. “Anjing-anjing yang sudah kita eliminasi, akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kebon Kongok Lombok Barat dan dimusnahkan dengan cara ditimbun,” pungkasnya. (Ant)