Diserang Hama, Petani Lamsel Keluarkan Biaya Ekstra
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Sejumlah petani padi di wilayah Kecamatan Sragi, Lampung Selatan (Lamsel) mengeluhkan serangan hama penggerek batang yang berimbas pada tanaman layu pucuk, sebagian kering dan mati.
Saifuloh, pemilik lahan padi seluas dua hektare di Desa Pematang Baru mangatakan, petani setempat menyebut gejala itu dengan sundep, karena padi yang ditanam masih belum berbuah.
Langkah penyelamatan awal dilakukan dengan proses insektisida jenis prevathon dengan harga sekitar Rp125.000 per botol. Penyemprotan dilakukan saat pagi dan sore hari untuk membunuh hama. Sekali proses penyemprotan ia memberi upah sebesar Rp50.000 kepada dua orang buruh penyemprotan.
“Proses pengendalian hama mempergunakan pestisida saat fase padi tumbuh saya lakukan hingga nanti padi mulai berbulir agar tingkat kerugian bisa dikurangi dan proses penyemprotan dilakukan secara serentak oleh petani padi lainnya,” terang Saifuloh salah satu petani di Desa Pematang Baru saat ditemui Cendana News, Senin (11/3/2019).
Meski mengeluarkan biaya ekstra, ia menilai penanganan hama harus segera dilakukan mencegah penurunan produksi padi varietas Muncul Cilamaya miliknya.
“Kalau dikalkulasikan biaya yang harus saya keluarkan lebih dari dua juta untuk penanganan hama sekaligus pemupukan pada fase tanaman tumbuh,” beber Saifuloh.
Pada kondisi normal, seperti pada masa tanam ketiga (MT3), ia berhasil mendapatkan gabah kering panen (GKP) sebanyak 8 ton. Pada masa tanam pertama (MT1) ditargetkan bisa menyamai panen sebelumnya meski akibat hama penggerek batang produksi bisa menurun.

Japran, salah satu petani di Desa Margasari, mengaku hama penggerek batang yang saat fase ngengat beterbangan membuat lahan miliknya ikut terdampak. Penanganan dilakukan secara merata melalui sistem koordinasi dengan petani lain.
Penyemprotan insektisida secara serentak diakuinya dilakukan agar hama tidak berpindah ke lahan sawah lain. Bahkan mereka sudah berkoordinasi dengan Petugas Pemantau Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) atau penyuluh.
“Kalau penyemprotan tidak dilakukan serentak ngengat bisa beterbangan ke lahan yang belum disemprot sehingga bisa berkembang pada batang padi,” beber Japran.
Pengendalian hama dengan insektisida disebutnya hanya merupakan satu cara untuk meminimalisir serangan. Proses penanaman padi genjah dengan anakan banyak menjadi salah satu cara mengurangi resiko parahnya serangan hama penggerek batang.