DBD, 15 Warga Sumba Timur Meninggal

Editor: Mahadeva

WAINGAPU – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumba Timur telah ditetapkan menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB). Dengan demikian, Pemkab Sumba Timur gencar melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan.

Bupati kabupaten Sumba Timur Gideon Mbiliyora.Foto : Ebed de Rosary

“Upaya antisipasi meluasnya kasus DBD kami gencarkan pengasapan di sejumlah titik. Namun peralatan kami masih terbatas,” sebut bupati Sumba Timur, Gideon Mbiliyora, Sabtu (9/3/2019).

Sebanyak 585 warga Sumba Timur harus menjalani perawatan akibat DBD. Tercatat ada 15 orang meninggal dunia. Saat ini masih terdapat 45 pasien masih dirawat di rumah sakit. “Pasien  sementara dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD Umbu Rara Meha, RSK Lindimara dan RSU Imanuel Waingapu. Saya telah mengimbau masyarakat untuk serentak membersihkan lingkungannya serta melakukan pembagian abate,” terangnya.

Gideon mengklaim, semua kecamatan di Sumba Timur telah melaksanakan kegiatan Jumat bersih. Setiap hari, kasus DBD di setiap kecamatan dilaporkan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumba Timur, dr. Chrisnawan Try Haryantana, menyebut, telah mengambil langkah guna memberatas nyamuk Aedes Egypti, dengan membagikan abate kepada masyarakat, serta melakukan fogging. “Kami juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat di gereja, sekolah, masjid, dan tempat-tempat umum lain, serta di setiap pertemuan atau rapat-rapat. Sekda juga menginstruksikan para kepala desa, camat, Puskesmas, Pustu guna mendirikan Posko DBD,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT, drg. Dominikus Minggu Mere, M. Kes, mengatakan, penderita DBD hingga saat ini menyebar di seluruh NTT, di 21 kabupaten dan satu kota. “Situasi ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya yang mana DBD hanya terjadi di 16 kabupaten dan satu kota. Untuk mencegahnya kami telah melakukan berbagai upaya seperti empat M Plus, serta pembagian abate dan fogging,” tuturnya.

Pembagian bubuk abate dilakukan ke rumah warga yang ada tempat penampungan air. Pembersihan lingkungan terus dilakukan, dengan melibatkan masyarakat. “Kordinasi telah kami lakukan dengan segenap komponen masyarakat agar terus melakukan berbagai kegiatan kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing. Gerakan Jumat Bersih dengan melakukan pembersihan lingkungan setiap hari Jumat terus digiatkan,” pungkasnya.

Lihat juga...