BAZNAS Gelar Rakernas Zakat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Guna meningkatkan kinerja, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Zakat 2019.

Wakil Ketua BAZNAS, Zainulbahar Noor, mengatakan, rakernas bertujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan zakat. Juga menguatkan peran BAZNAS dan lembaga amil zakat (LAZ), dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan.

Selain itu, meningkatkan koordinasi dan melakukan evaluasi kinerja organisasi pengelola zakat. Juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan profesionalisme pengelolaan zakat.

“Terpenting menguatkan posisi dan peran BAZNAS dan LAZ dalam arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI),” jelasnya, dalam konferens pres di Kantor BAZNAS Pusat, Jakarta, Jumat (1/3/2019).

Menurutnya, BAZNAS terus berupaya mengakselerasi perwujudan pengelola zakat terbaik dan terpercaya di dunia. Ada pun tujuan lainnya adalah meningkatkan koordinasi dan melakukan evaluasi kinerja organisasi pengelola zakat.

Rakernas juga mengevaluasi pelaksanaan Roadmap Pengelolaan Zakat Nasional 2016-2018, dan mengimplementasikan Roadmap Pengelolaan Zakat Nasional 2019-2020. Juga pembagian tanggung jawab pengentasan kemiskinan oleh setiap BAZNAS dan setiap LAZ.

Rakornas juga akan mengupas seputar komitmen setiap BAZNAS dan LAZ, untuk menyampaikan laporan pengelolaan zakat semester I. Yakni, sesuai peraturan perundang-undangan sebagai prakondisi organisasi pengelola zakat menjadi lembaga keuangan syariah, yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Dalam Rakornas Zakat akan dilakukan penandatanganan pakta untuk menjamin integritas, kredibiltas dan netralitas OPZ dalam Pemilu 2019,” tandasnya.

Ketua Umum Panitia Rakornas Zakat 2019 yang juga Sekretaris BAZNAS, Jaja Jaelani, menambahkan, kegiatan ini diikuti 650 peserta dari seluruh Indonesia. Terdiri dari BAZNAS pusat, provinsi, kabupaten/kota serta LAZ nasional dan daerah.

Untuk merealisasikan hal itu, rakernas mengundang pihak terkait, seperti Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Menteri Agama, Menteri Keuangan, dan pimpinan instansi pemerintah lainnya.

Menurutnya, BAZNAS telah menjalankan peran sebagai operator dan mengemban misi strategis untuk mengoptimalkan fungsi koordinator perzakatan nasional, dengan menguatkan sumber daya manusia (SDM).  Serta penguatan teknologi informasi (TI), dan memberikan  model program pemberdayaan zakat untuk direalisasikan di daerah.

“Kerja sama dan dukungan pemerintah daerah terhadap BAZNAS di wilayahnya sangat diperlukan. Rakornas ini diharapkan menghasilkan resolusi dan ekspektasi pencapaian terbaik kinerja BAZNAS,” ujarnya.

Rakernas Zakat 2019 akan digelar di Surakarta, Jawa Tengah, selama tiga hari, Senin-Rabu (4-6/3/2019).

Lihat juga...