Bawaslu Purbalingga Ajak Warga Tionghoa Ikut Awasi Pemilu
Editor: Satmoko Budi Santoso
PURBALINGGA – Keberadaan warga keturunan Tionghoa mendapat perhatian dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Purbalingga. Untuk meningkatkan pengawasan partisipatif, Bawaslu Purbalingga menggelar sosialisasi pengawasan pemilu di Klenteng Hok Tek Bio Purbalingga.
Komisioner Bawaslu Kabupaten Purbalingga, Teguh Irawanto, menyampaikan, peran serta masyarakat dalam pengawasan pemilu sangatlah penting. Sehingga diharapkan partisipasi pemilih tidak hanya tinggi tingkat kehadirannya tetapi juga tinggi partisipasi dalam pengawasan penyelenggaraannya. Termasuk warga Tionghoa, juga diharapkan ikut aktif mengawasi jalannya pemilu.
ʺWarga keturunan Tionghoa cukup banyak di Kabupaten Purbalingga dan mereka juga memiliki hak pilih. Karena itu, kita lakukan sosialisasi di tengah mereka, dengan harapan, mereka mau ikut aktif mengawasi proses pemilu, jadi tidak hanya sekedar menyalurkan hak pilihnya saja,ʺ terangnya, Kamis (28/3/2019) malam.

Teguh Irawanto menjelaskan, dalam menjalankan tugasnya, Bawaslu diberi mandat oleh Undang-Undang untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan jalannya pemilu.
Sehingga pengawasan tidak hanya dilakukan oleh petugas Bawaslu atau Panwascam (Panitia Pengawas Kecamatan) atau pengawas TPS (Tempat Pemungutan Suara) saja, tetapi juga melibatkan masyarakat atau yang disebut dengan pengawasan partisipatif.
Sosialisasi yang terus dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Purbalingga, diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan seluruh tahapan Pemiu, serta mencegah potensi-potensi kerawanan pemilu dan meminimalkan pelanggaran-pelanggaran.
ʺPemilu yang berkualitas, bersih dan berintegritas, itu harapan kita semua, karena itu partisipasi masyarakat dalam pengawasan proses pemilu perlu ditingkatkan,ʺ kata Teguh.
Pada kesempatan tesebut, Bawaslu Kabupaten Purbalingga juga mengajak kepada warga Tionghoa untuk sama-sama berupaya menolak politik uang, politisasi SARA, berita hoaks dan ujaran kebencian. Ajakan ini pun disambut antusias oleh warga Tionghoa.
Koordinator Kelenteng Hok Tek Bio Kabupaten Purbalingga, Amin menyampaikan, sangat berterima kasih kepada Bawaslu Purbalingga yang sudah menggelar sosialisasi pengawasan pemilu kepada warga Tionghoa. Sebab, dari awal tahapan pemilu, baru kali ini warga Tionghoa di Purbalingga mendapat sosialisasi pemilu.
ʺTerima kasih karena sudah menganggap kami bagian dari keluarga besar Kabupaten Purbalingga, sehingga kami juga mendapat kesempatan untuk mendapatkan sosialisasi tentang pelaksanaan pemilu beserta pengawasan partisipatifnya. Terus terang, pemilu kali ini cukup membingungkan karena banyaknya surat suara dan baru kali ini kami mendapat sosialisasi,ʺ tuturnya.
Acara sosialisasi tersebut, ditutup dengan pengucapan ikrar bersama warga Tionghoa Purbalingga untuk menolak politik uang, politisasi SARA, berita hoaks dan ujaran kebencian.