PURWOKERTO — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Banyumas mengimbau para calon legislatif (caleg) maupun partai politik peserta pemilu untuk menurunkan alat peraga kampanye (APK) pada H-1 pencoblosan. Selanjutnya disarankan untuk didaur ulang secara mandiri.

Mengingat jumlah sangat banyak dan akan menumpuk. Para peserta pemilu diimbau untuk mengurus APK milik sendiri hingga proses daur ulang, sehingga tidak menyisakan sampah.
Koordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Banyumas, Yon Daryono mengatakan, untuk bambu dan kayu tempat pemasangan baliho atau banner sangat mudah untuk didaur ulang. Sementara untuk banner atau spanduk yang hampir seluruhnya terbuat dari bahan mmt atau plastik, disarankan untuk dibuat kerajinan daur ulang.
ʺUntuk bahan spanduknya mungkin bisa dibuat tas belanja dan dibagikan kepada ibu-ibu sekitar. Ini tentu akan sangat membantu mengurangi sampah APK. Kita imbau para caleg dan parpol, ataupun calon anggota DPD untuk melakukan hal tersebut,ʺ kata Yon Daryono, Rabu (13/3/2019).
Jika para caleg dan parpol melakukan hal tersebut, selain menjaga lingkungan, juga tentu akan mengundang simpatik dari masyarakat. Karena baliho-baliho yang sudah tidak terpakai, tidak mengganggu pemandangan.
Sebenarnya, pihak KPU Banyumas sudah menentukan jumlah dan titik-titik yang diperbolehkan. Namun, kondisi di lapangan, banyak yang di luar ketentuan dan jumlahnya juga melebihi ketentuan.
Sebagaimana diatur dalam PKPU maupun Peraturan Bawaslu, untuk baliho maksimal ada penambahan 5 buah untuk tiap desa dan kelurahan. Penambahan tersebut di luar baliho atau APK yang difasilitasi KPU Banyumas. Untuk spanduk diperbolehkan penambahan maksimal 10 buah untuk tiap desa dan kelurahan.
Namun, dalam praktiknya jumlahnya banyak yang melebihi aturan.
Selain untuk mendaur ulang APK, Bawaslu juga mengimbau agar para caleg mengontrol balihonya masing-masing, jika ada yang rusak atau roboh, hendaknya segera diperbaiki. Karena hal tersebut sangat mengganggu pemandangan dan banyak dikeluhkan masyarakat.
ʺKondisi sekarang musim hujan dan terkadang terjadi angin kencang, jadi untuk baliho-baliho caleg yang rusak, mohon untuk diperbaiki. Karena menjelang pemilu ini, selain harus menjaga suhu politik supaya tetap sejuk, kita juga harus menjaga kondisi lingkungan supaya tetap indah dan tidak dikotori dengan pemandangan baliho-baliho yang roboh,ʺ tuturnya.