576 Hektare Tanaman Padi di Dua Kecamatan Banyumas Terendam Banjir

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

BANYUMAS — 576 hektare tanaman pagi di dua kecamatan, Sumpiuh dan Tambak, Kabupaten Banyumas sejak Minggu (17/3/2019) terendam banjir. Hingga Senin (18/3/2019), ketinggian air di area persawahan tersebut rata-rata sampai 50 centimeter.

Sawah terendam di Nusadadi
Kepala UPTD Pemeliharaan Jalan dan Irigasi wilayah Sumpiuh,Imam Pamungkas. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemeliharaan Jalan dan Irigasi wilayah Sumpiuh, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas, Imam Pamungkas mengatakan, untuk wilayah setempat ada empat desa yang tanaman padi terendam. Yaitu di Kelurahan Sumpiuh seluas 156 hektare, Desa Selandaka 60 hektare, Nusadadi 170 hektare dan Karanggedang seluas 50 hektare. Total 436 hektare sawah di Kecamatan tersebut terendam.

Sementara untuk Kecamatan Tambak, total ada 140 hektare padi yang terendam. Tersebar pada empat desa, yaitu Plangkapan seluas 34 hektare,  Gumelar Kidul 13 hektare, Karang Petir 76 hektare dan Karang Pucung seluas 17 hektare.

ʺUntuk wilayah Kecamatan Sumpiuh, kemarin sudah panen seluas 543 hektare. Tanaman yang terendam seluas 436 hektare dan rata-rata usia antara 7 – 75 hari. Sehingga masih rentan rusak atau puso. Kalau usia yang aman, minimal 75 hari ke atas,ʺ terangnya, Senin (18/3/2019).

Namun, lanjutnya, kebiasaan petani di wilayah Kecamatan Sumpiuh, Tambak dan Kemranjen, untuk sawah-sawah yang rawan banjir biasanya melakukan penanaman hingga tiga kali. Jika terkena banjir dan puso, mereka akan menanam dengan bibit yang baru, begitu seterusnya sampai tiga kali tanam.

Untuk Kecamatan Tambak, usia padi yang terendam juga masih kisaran 30-80 hari, sehingga masih rentan untuk puso. Varietas yang ditanam di wilayah tersebut adalah jenis logawa, ciherang dan mekongga.

Menurut Imam, sumber banjir pada dua kecamatan tersebut dari luapan Sungai Angin yang tanggulnya jebol di Kelurahan Sumpiuh, Kecamatan Sumpiuh. Tanggul yang jebol tersebut sepanjang kurang lebih 4 meter dan luapan air langsung menggenangi rumah dan pekarangan warga, serta area sawah.

Sampai dengan Senin pagi ini, cuaca masih sangat mendung dan hujan masih turun, meskipun tidak sederas kemarin. ʺPagi ini kita lakukan penanganan darurat untuk tanggul yang jebol,ʺ kata Imam Pamungkas.

Lihat juga...